Warga Namang Hijaukan 40 Hektare Lahan Rusak

61

NAMANG – Warga Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghijaukan kembali lahan seluas 40 hektare. Penghijauan dilakukan di atas lahan yang rusak akibat aktivitas penambangan bijih timah.

Penghijauan dilakukan dengan menanam pohon pelawan. “Saya bersama warga di sini bertekad menghijaukan kembali lahan yang rusak akibat penambangan bijih timah dengan ditanami bibit pohon pelawan di atas lahan seluas 40 hektare,” kata Ketua Hutan Hayati Namang, Zaiwan di Namang, Minggu (7/1/2018).

Sebanyak 40 ribu bibit pohon pelawan disediakan untuk menjalankan program penghijauan tersebut. Proses penanaman dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat.  “Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan membantu program penghijauan pemerintah daerah dengan semangat gotong royong,” tambahnya.

Zaiwan mengatakan, saat ini sudah 10 ribu batang bibit pelawan yang berhasil ditanam. Tanaman tersebut tumbuh dengan baik karena terus dijaga serta dirawat sampai benar-benar berhasil oleh masyarakat. Dengan proses yang dilakukan, Zaiwan menyebut, tidak ada batasan waktu sampai kapan kegiatan penanaman Pelawan akan dilakukan.

Masyarakat saat ini hanay fokus lahan yang rusak bisa hijau kembali dengan upaya penanaman pohon. Hal tersebutlah yang membuat estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menanam 40 ribu bibit tidak begitu diperhitungkan. “Target kami sebanyak 40 ribu batang yang akan ditanam, tidak ada batas waktu kecuali hanya tekad bahwa lahan yang rusak tersebut akan dihijaukan kembali,” katanya.

Dari penghijauan yang dilakukan, untuk jangka panjang lahan seluas 40 hektare tersebut akan dijadikan kawasan hutan wisata seperti kawasan Hutan Madu Pelawan. “Tekad kami memang demikian, ini lanjutan pembangunan hutan pelawan yang sudah ada sekarang dan tentu saya mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.

Selain hutan, dalam perencanaan yang disusun beberapa lubang bekas penambangan bijih timah yang terdapat di kawasan 40 hektare tersebut akan disulap menjadi danau wisata. “Jadi lubang bekas tambang atau kolong tersebut akan kami sulap jadi danau dan di sekeliling kolong kami tanami bibit pohon pelawan, hasilnya tentu akan sangat indah untuk tempat wisata,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.