SO 1 Maret, Kecemerlangan Taktik Perang Soeharto Diakui Musuh

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.478

YOGYAKARTA — Di luar kontroversi siapa pencetus ide serangan, sejarah telah mengakui dan mencatat Letkol Soeharto sebagai aktor utama pelaksana lapangan peristiwa bersejarah Serangan Oemoem 1 Maret pada masa perang pasca kemerdekaan NKRI.

Sebagai Komandan Resimen Wehrkreise III Yogyakarta, Letkol Soeharto, merupakan otak yang mengatur taktik dan strategi setiap penyerangan pasukan TNI dan laskar masyarakat terhadap tentara Belanda di Yogyakarta.

Berkat kecemerlangan sosok Soeharto dalam memimpin pasukan tentara Indonesia itulah, serangan yang dilancarkan pada pagi hari tanggal 1 Maret 1949 itu bisa berjalan mulus dan sukses membalik posisi Indonesia secara politis di mata dunia Internasional.

Tak hanya diakui oleh pasukannya sendiri, kecemerlangan taktik dan strategi perang yang dilancarkan Soeharto juga diakui oleh pihak musuh dalam hal ini Belanda. Ketua Yayasan Kajian Citra Bangsa, Mayjen TNI Purn Lukman R Boer, menyebut hal itu.

“Taktik dan strategi yang digunakan Pak Harto dapat mengkoordinir semua masyarakat dan pasukan TNi agar bisa disiplin melakukan serangan secara serentak. Sehingga membuat Belanda kaget. Itu diakui oleh (Gubernur Jenderal Hindia Belanda) Van Mook sendiri,” katanya.

Menurut Lukman, untuk bisa melancarkan serangan yang begitu kompak dalam sekali waktu dengan melibatkan begitu banyak pasukan dari segala penjuru arah, bukanlah sesuatu yang mudah. Butuh perencanaan yang sangat bagus dan terencana. Terlebih di zaman itu pasukan Indonesia belum memiliki peralatan canggih dan memadai.

“Jangan dibayangkan seperti sekarang. Tinggal pakai HP saja bisa. Tapi dulu itu, untuk bisa mengkoordinir serangan, harus berkeliling dengan cara berjalan kaki di malam hari agar bisa menyampaikan pesan,” katanya.

Tugiro
Mantan Pejuang yang ikut terlibat dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret Tugiro- Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, salah satu veteran pejuang yang ikut terlibat dalam peristiwa serangan Umum 1 Maret, dibawah komando Letkol Soeharto, Tugiro juga memberikan pernyataan serupa.

Ia menilai sosok Soeharto, sebagai komandan yang disegani dan dipatuhi setiap bawahannya.

“Pak Harto itu kalau di medan perang, perintahkan kita agar melakukan sesuatu, akan diikuti semua pasukan. Misalnya kita di perintahkan kesana dan tidak tengak-tengok, ya kita jangan tengak-tengok. Maka kita akan selamat, kalau tetap tengak-tengok ya bisa tertembak,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...