2.200 Pekerja Filipina di Kuwait Ingin Kembali

128
Ilustrasi Bendera Filipina - Foto: Dokumentasi CDN
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

MANILA – Lebih dari 2.200 pekerja asal Filipina yang saat ini berada di Kuwait siap menerima tawaran pemulangan dari Presiden Rodrigo Duterte. Sebelumnya Duterte mengeluarkan kebijakan mengenai pelarangan dan pemulangan tenaga kerja tersebut seusai menerima laporan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia.

Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah sebelumnya, sesosok mayat pekerja asal Filipina ditemukan di lemari es di rumah susun kosong di Kuwait. Hal tersebut mendorong Duterte untuk melarang warganya berangkat ke Kuwait (Baca : https://www.cendananews.com/2018/01/duterte-melarang-pekerja-filipina-berangkat-ke-kuwait.html)

Pada Jumat (9/2/2018) Duterte meminta perusahaan penerbangan Philippine Airlines dan Cebu Pacific menyediakan layanan penerbangan bagi warga Filipina yang ingin meninggalkan Kuwait. Para pekerja yang ingin pulang tersebut tercatat dalam posisi sudah habis izin tinggalnya dan sedang dalam proses meminta pengampunan.

“Kami menerima kabar bahwa hingga pada Jumat ini, lebih dari 2.200 warga Filipina ingin pulang,” kata Menteri Tenaga Kerja Filipina, Silvestre Bello III, Minggu (11/2/2018).

Dua perusahaan menyediakan sejumlah penerbangan gratis, dan Bello mengatakan bahwa hampir 500 orang akan segera tiba di Filipina. Filipina sempat menghentikan ekspor tenaga kerja ke Kuwait sejak Januari lalu setelah muncul beberapa laporan pelanggaran hak asasi manusia oleh para pemakai jasa mereka, sehingga memicu sejumlah aksi bunuh diri.

Duterte pada Jumat (9/2/2018) mengatakan, bahwa kebijakan penghentian itu akan terus diberlakukan tanpa batas waktu. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Khaled al-Jarallah, mengaku terkejut dan sedih atas pernyataan Duterte. Dia mengatakan bahwa proses pengadilan telah berjalanan bagi empat kasus bunuh diri yang disebutkan oleh sang presiden.

Kementerian Luar Negeri Filipina memncatat, ada lebih dari 250.000 warga Filipina kini mencari penghidupan di Kuwait. Sebagian besar di antara mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga. Selain di Kuwait, banyak warga Filipina yang juga bekerja di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.

Pemerintah setempat akan membantu mereka yang menerima tawaran repatriasi untuk mendapatkan pekerjaan baru. “Kami tengah menjalankan program re-integrasi, kami mempunyai program khusus bagi mereka, Mereka akan mendapatkan pekerjaan,” pungkas Bello. (Ant)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...