275 Anak Ikuti Pelatihan Reog Ponorogo di Anjungan Jawa Timur TMII

343

JAKARTA — Sebanyak 275 anak-anak pria dan wanita berlenggok menari Reog Ponorogo di panggung Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Mereka terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan kesenian Reog Ponorogo se-Jabodetabek yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Jakarta.

Pelatihan yang akan berlangsung selama dua hari, 10-11 Februari 2018 mengundang pelatih langsung dari Ponorogo Jawa Timur, Probowidiono.

Fadila Nurul Insani, murid kelas 5 SDN terlihat antusias. Dia mengaku tertarik dengan tari Reog Ponorogo.

“Tarianya unik, saya tertarik ikut gabung di sanggar Singo Muno Jolo di Pulogadung,” ucapnya kepada Cendana News, Sabtu (10/2/2018).

Kepala Anjungan Jawa Timur TMII, Saman mengatakan, mereka yang berlatih adalah anak-anak penari pemula.

Pada pelatihan ini gerakannya disamakan dengan arahan pelatihan yang didatangkan langsung dari Ponorogo. Pelatih tersebut menularkan gerak tari kepada generasi penari di Jakarta dan sekitarnya.

“Antusiasnya sangat luar biasa ternyata anak-anak suka budaya Reog ini. Pelatihan kesenian Reog Ponorogo harus terus dilakukan dan dikembangkan, khususnya di wilayah Jabodetabek,” kata Saman.

Menurutnya, sebagai bentuk pengembangan kesenian Reog Ponorogo, pada pelatihan kali ini difokuskan untuk penari Jathil dan penari Warok.

Dijelaskan Saman, penari Warok diperagakan anak laki-laki. Dimana Warok, filosofinya yaitu menggambarkan kekuatan prajurit sebagai benteng di kerajaan. Adapun Jathil adalah menggambarkan filosofi reog itu sendiri.

“Tahun lalu, kita cari Warok saja susah, sekarang pengemarnya banyak sekali. Berarti generasi muda tahu benar Reog ini sudah diterima di masyarakat,” kata Saman.

Padahal sebut dia, budaya Reog Ponorogo ini dulu kurang disukai karena prilaku dan gerakan penarinya berkarakter keras. Namun kini, budaya tradisional Jawa Timur ini mempunyai ketarikan kuat bagi penonton dengan kemoderan. Bahkan kerap tampil memakau di berbagai acara besar sebagai pembuka acara.

Saman mengatakan, Reog Ponorogo merupakan kesenian terkenal asli warisan nenek Indonesia, yang berasal dari Ponorogo Jawa Timur. Kesenian Reog Ponorogo ini sangat dikenal tidak hanya oleh masyarakat Indonesia tapi juga mancanegara.

anjungan jawa timur
Kepala Anjungan Jawa Timur TMII, Saman.foto: Sri Sugiarti.

Lebih lanjut disampaikan, setelah pelatihan kesenian Reog Ponorogo ini direncanakan diselenggarakan Kompetisi Reog Mini pada bulan Oktober 2018 mendatang.

Saman mengaku bangga generasi muda terkhusus anak-anak sangat antusias mencintai budaya Reog Ponorogo dengan ikut berlatih di sanggar-sanggar yang ada di Jabodetabek.

Mereka berlatih tari Reog ini, kata Saman, tidak dipaksakan orangtuanya tapi karena keingininannya sendiri. Anak-anak yang berlatih ini bukan saja orangtuanya asli Jawa Timur, tapi dari berbagai provinsi Indonesia yang tinggal di Jabodetabek.

“Kalau Reog Ponorogo sudah dicintai anak ‘jaman now’, maka regenerssi akan terus terukir untuk pelestarian budaya Reog ini. Seni budaya Jawa Timur harus tumbuh pesat di setiap sanggar,” kata Saman.

Probowidiono menambahkan, gol pelatihan Reog Ponorogo ini adalah untuk Kompetisi Reog Mini se-Jabodetabek.

“Kompetisi Reog Ponogoro Mini se-Jabodetabek itu yakni untuk mempersiapkan Jakarta tahun depan mengirimkan wakilnya ke Festival Reog Mini di Ponorogo, Jawa Timur,” kata Probowidiono.

Adapun materi pelatihan yang diberikan hari ini dan besok, ungkap dia, sudah disesuaikan dengan gerakan rentan usia anak. Dirinya mengaku sudah menyamakan taraf antara anak-anak Ponorogo dengan Jabodetabek.

Probowidiono mengaku tingkat kesulitan melatih anak-anak itu relatif. Karena menurutnya, dunia anak tidak lepas dari dunia bermain. Untuk diajak serius mungkin bisa tetapi harus diselingi dengan candaan.

“Saya anggap mungkin kualitas anak-anak di sini harusnya lebih bagus, karena berada di kota besar. Kemudian sarana prasarana harusnya lebih lengkap,” ujarnya.

Dia berharap khusus wilayah Jabodetabek ini bisa mengirimkan wakilnya ke Festival Reog Mini, dan bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Reog sama seperti orang dewasa.

“Jakarta sukses mengirimkan penari Dewasa Reog Ponorogo setiap tahunnya di Festival Reog Nasional. Saya juga berharap anak-anak yang hari ini berlatih bisa mewakili Jakarta,” ujarnya.

anjungan jawa timur
Pelatihan Tari Reog Ponorogo, Probowidiono ( ketiga dari kanan). Foto : Sri Sugiarti.

Kembali dia berharap semoga generasi muda Indonesia lebih perduli lagi kesenian Indonesia, yaitu Reog dan budaya lainnya. Karena menurutnya, Indonesia ini kaya akan budaya karena setiap suku bangsa dipastikan mempunyai ragam kesenian.

“Mereka harus cinta seni budaya Indonesia biar nggak punah terus diakui negara lain,” pungkas pria kelahiran 23 tahun lalu ini.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.