hut

Amati Pertumbuhan Anak, Sadari Kelainan Sejak Dini

Editor: Koko Triarko

MAKASSAR — Anak merupakan titipan Tuhan yang paling berharga di dunia. Sepatutnya orang tua menjaga anak dengan sebaik-baiknya. Terutama saat masih usia bayi, perlu perhatian ekstra dalam merawatnya.

Orang tua perlu dan penting mengetahui kemampuan motorik, kongnitif, berbicara, dan perkembangan sosial anak, mengetahui tumbuh kembang bayi setiap bulannya, sehingga para orang tua mengetahui sejak dini jika sang anak mengalami keterlambatan atau kelainan.

Demikian dikatakan Dr. dr. Bob Wahyudin Sp. A (K) IBCLC, spesialis anak Rumah Sakit Siloam Makassar. Ia juga memaparkan, tahap perkembangan anak mulai dari terlentang, tengkurap, mengangkat leher dan kepala, duduk, berdiri, lalu melompat.

“Tahap kembang tumbuh pada anak sangat bervariasi. Ada anak yang langsung duduk tanpa melalui tahap tengkurap, ini karena anak tidak menyukai posisi tengkurap yang lama”, jelasnya, saat dihubungi melalui telepon, Jumat (9/2/2018).

Bob menjelaskan, ada kalanya seorang anak melompati tahap perkembangan yang semestinya, atau melewati tahapan itu, tetapi berlangsung cepat dan tidak terlihat oleh orang tua, karena bayi tersebut tidak sering melakukan suatu tahapan perkembangan itu.

Seperti tahapan tengkurap dalam keadaan lama yang bisa saja terlewati begitu saja, terlewati pada bayi, karena adanya beberapa faktor, misalnya terlalu berat, bayi akan memilih duduk.

“Tapi, ini tidak berbahaya, karena tahap yang dilalui dengan cepat sebagai tanda progresif bayi, yang penting perkembangan pada bayi itu maju, bukan mundur”, jelasnya.

Menurutnya, anak yang mengalami kemunduran dalam tahap perkembangannya dapat terlihat pada masa pertumbuhan. Jika, anak yang  semula sudah bisa berjalan, namun kemudian tidak, sehingga memundurkan tahapan itu.

“Ada banyak penyebab anak mengalami kemunduran tahap pertumbuhan. Seperti kelemahan pada otot dan juga gizi buruk, sehingga tumbuh kembang anak mengalami kemunduran”, tuturnya.

Sebagai orang tua, katanya, harus menyadari perkembangan anak, agar tidak melewati masa tumbuh kembang emas anak. Juga perlu tahu perkembangan kongnitif sang anak, seperti pergerakan mata kedua sisi, gerakan mata mengikuti benda mencolok serta melakukan ekplorasi tubuh, mengamati tangan dan kakinya.

Andi Suraida Fairuza, seorang ibu yang memiliki anak usia enam bulan, mengaku setiap bulan kerap membawanya  ke klinik anak, untuk memeriksakan kondisi anaknya dan memantau tumbuh kembangnya.

“Saya memiliki jadwal rutin untuk membawa Fatih. Biasanya untuk imunisasi dan memantau perkembangan Si Kecil”, ujar Ibu tiga anak ini.

Lihat juga...