hut

Anak Makassar Berprestasi Ini, Raih Beasiswa Magister Psikologi Negeri Kiwi

Editor: Irvan Syafari

Hadi Kuncoro (kanan) bersama Tantowi Yahya/Foto: Ist/Nurul Rahmatun Ummah.

MAKASSAR—“Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”. Demikian pepatah Arab yang tidak pernah usang, yang dipegang oleh Hadi Kuncoro.

Berkat ketekunannya, Hadi  Kuncoro menjadi salah satu mahasiswa S2 Psychology Education di Victoria University Of Wellington.

Karena menurut Hadi, pendidikan itu sangat penting. Akhirnya Hadi memilih meninggalkan Orang tua di Makassar dan melanjutkan pendidikan, dengan memanfaatkan beasiswa LPDP (Lembaga Peneliti Dana Pendidikan).

Awalnya Hadi ingin kuliah di Belanda tapi saat itu tidak terbuka pendaftaran mahasiswa.

“Akhirnya saya memilih Selandia Baru untuk melanjutkan kuliah saya pada 2017 kemarin,” ceritanya pada Cendana News usai menjadi pemateri sosiallisasi Awardee LN di UNM, Kamis (08/02/2018).

Dari kecil Hadi sudah menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan. Dia menunjukkan konsistensi prestasinya, mulai dari SD hingga menempuh pendidikan S2.

Di antara prestasi yang diraih Hadi, pertukaran siswa unggulan SD 029 Sumberjo Kementerian Pendidikan Polewali Mandar, peringkat 1 UN SDN 13 Sumberjo, peringkat 1 UN SMPN 2 Wonomullyo.

Hadi juga penerima beasiswa berprestasi SMAN 1 Wonomullyo, Penerima Beasiswa PPA, jalur undangan masuk universitas tanpa tes, duta Universitas Negeri Makassar, penerima beasiswa LPDP.

Berkesempatan belajar di negara asing menjadi tantangan tersendiri untuk Hadi. Butuh waktu tiga bulan menyesuaikan diri terhadap kebudayaan di negara tersebut. Selain itu Hadi juga kesulitan menemukan tempat ibadah serta makanan halal di sana.

Hadi mengungkapkan, banyaknya tantangan bukan masalah. Karena itu, merupakan risiko yang harus dia tanggung.

“Mengobati rasa rindu saya melakukan video call, kalau masalah ibadah saya biasa salat di lapangan kampus atau mushalla, terkadang saya juga masak sendiri,” jelas pemuda kelahiran 6 November 1990.

Meski mengalami kesulitan, ada satu hal yang membuat Hadi merasa senang belajar di Negeri Kiwi, yaitu kesempatan mengembangkan diri serta mendapat pendidikan dengan sistem berbeda.

Usai lulus nanti, Hadi berkeinginan melanjutkan kuliah S3, jika mendapatkan peluang. Namun ia berkeinginan tetap kembali ke Indonesia mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah.

“Walaupun saya kuliah diluar negeri tapi saya lebih memilih untuk berkarir di negara sendiri”. Semangatnya.

Hadi berpendapat, keinginannya kembali ke Makassar bukan tanpa sebab, karena melihat pendidikan di Indonesia belum merata terutama untuk wilayah timur.

Hal lain yang dirasakan kurangnya lapangan pekerjaan. Sehingga laki-laki yang bercita-cita menjadi polisi ini berniat menjadi pengusaha.

“Saya ingin menunjukkan pada semua orang, bahwa pendidikan itu bukanlah sesuatu yang berujung dan harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Lihat juga...