April-Mei, KA ‘Minangkabau Ekspres’ Mulai Beroperasi

Editor: Koko Triarko

205
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Amran. -Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, resmi menetapkan ‘Minangkabau Ekspres’ sebagai nama Kereta Api jurusan Padang-Bandara Internasional Minangkabau, yang diperkirakan akan beroperasi pada April mendatang, setelah uji coba jalur yang dilakukan pada akhir Februari ini.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Amran, mengatakan kereta api yang akan beroperasi Padang – BIM itu sebelumnya telah dilakukan uji coba pada awal Februari 2018, tepatnya di Stasiun Madiun, Jawa Timur.

“Jadi, sebelumnya ada beberapa nama yang diusulkan, tapi setelah dirapatkan akhirnya sepakat Kereta Api Padang – BIM diberi nama Minangkabau Ekspres,” katanya, Rabu (14/2/2018).

Alasan diberinya nama kereta api Padang – BIM Minangkabau Ekspres, karena untuk menyamakan nama bandara, yakni Bandara Internasional Minangkabau. Dengan adanya nama kereta Minangkabau Ekspres, maka kereta api yang digunakan oleh penumpang tentu ke BIM. Pengambilan nama itu setelah ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur, dan telah disampaikan ke Kementerian Perhubungan.

Sementara untuk skybrige menuju terminal penumpang BIM, telah selesai dikerjakan, dan begitu juga untuk lift dan  eskalator juga telah ada. Untuk itu, ia menegaskan, semuanya telah disiapkan untuk memudahkan pergerakan penumpang dari dan menuju Stasiun BIM.

Ia juga menjelaskan, program pembangunan jalur kereta api BIM tersebut sudah dicanangkan sejak 2012 oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian. Program tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pemprov Sumbar dengan melakukan pembebasan lahan di sepanjang jalur kareta api menuju BIM.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan untuk pembangunan Stasiun BIM dilakukan secara multiyears selama 2015/2016. Sementara untuk Stasiun Duku yang berada tak jauh dari bandara tersebut juga dibangun dengan fasilitas yang lengkap, di antaranya lahan parkir yang luas, loket dan ruang tunggu yang representatif, serta fasilitas lainnya.

“Selain pembangunannya secara multiyears, juga ada pekerjaan lanjutan yang dilakukan di 2017. Di antaranya, overcapping Stasiun Padang, penyempurnaan jalur KA BIM – Duku, termasuk bangunan pendukung,” katanya.

Kemudian pembangunan peron dan fasilitas pendukung operasi di Stasiun BIM, peningkatan 7 jembatan, dan jalan rel antara Stasiun Tabing-Stasiun Duku sepanjang 1,28 Km. Selain itu, juga ada pembangunan sistem radio train dispatching untuk mendukung operasional kereta api BIM.

Total anggaran dari APBN yang digelontorkan untuk program pembangunan tersebut mencapai Rp300 miliar. Panjang jalur kereta api dari Stasiun Padang hingga ke Stasiun BIM membentang sepanjang 23 Km dengan melintasi Stasiun Tabing dan Stasiun Duku.

“Kareta api terdiri dari lima rangkaian gerbong kapasitas 200 orang itu direncanakan beroperasi pada April atau Mei 2018. Adanya kereta api bandara ini bertujuan untuk mengintegrasikan pelayanan transportasi udara dengan moda kereta api serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat  terhadap layanan kereta api,” jelas Irwan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.