Beasiswa ICMI dan Baznas untuk Pengembangan SDM Indonesia

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meluncurkan Program beasiswa bernama Program Beasiswa ICMI Cerdas, Jumat (9/2/2018). Program yang diluncurkan awal tahun ini merupakan hasil kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ketua ICMI Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, mengatakan, program beasiswa cerdas tersebut merupakan salah satu upaya menjalankan salah satu tujuan ICMI yaitu meningkatkan mutu kecendekiawanan masyarakat madani dan peran serta cendekiawan muslim se-Indonesia.

Jimly mengatakan, inti dari beasiswa ICMI adalah beasiswa-nya dalam artian uang, dan yang kedua ICMI mempersiapkan calon penerima beasiswa. Dalam hal ini ICMI bekerjasama dengan seluruh negara di dunia dalam menjalankan program yang bertujuan mengembangkan sumber daya manusia.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia maka sudah semestinya juga Indonesia menjadi negara ke empat yang berperan di seluruh dunia dari segala aspek, untuk itulah kualitas rata-rata manusia Indonesia harus mengikuti standar dunia.

“Program beasiswa ini tentunya harapan saya melahirkan cendekia-cendekia yang nantinya tidak hanya jago kandang tetapi mereka yang akan membawa Indonesia maju. Orang-orang pintar dan tidak mampu dalam biaya inilah yang kita berikan beasiswa,”Jelasnya.

Ketua Bidang Pendidikan ICMI, Prof. Dr. Armai Arif mengatakan, sejak 1990 ICMI telah berkomitmen menjalankan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kemajuan bangsa. Dalam upaya tersebut ICMI mengajak dan mendukung para Awardee untuk dapat melanjutkan studi ke luar negeri melalui program beasiswa baik yang ditawarkan Pemerintah maupun beasiswa dari asing.

Program Beasiswa ICMI Cerdas nantinya akan berfokus kepada pelatihan Bahasa asing (Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, dan Belanda), dan juga persiapan studi ke luar negeri. Termasuk persiapan sertifikasi Bahasa asing (IELTS/TOEFL), mengadakan workshop tentang system pendidikan luar negeri, bimbingan dan pengurusan Letter of Acceptance (LoA) untuk tingkat sarjana, Master, hingga Doktor.

Tidak hanya itu, Arif juga mengatakan dengan adanya pembekalan yang matang, seperti pelatihan bahasa asing dan konsultasi rencana studi, diharapkan program beasiswa ini dapat bekerja secara efektif. Ada 3 program yang ditawarkan yakni program pelatihan hasil kerjasama dengan Euro Management Indonesia. Program kedua hasil kerjasama dengan Taiwan yakni beasiswa magang. Sementara program ketiga adalah beasiswa kuliah di Hongkong maupun di China.

Sebanyak 117 orang telah mendaftarkan diri untuk program beasiswa dan telah diseleksi. 50 orang terpilih selanjutnya mengikuti proses pelatihan terlebih dahulu sebagai pembekalan mereka ketika menjalani pendidikan di Taiwan.

“Dengan belajar di luar negeri dan memahami pola pikir negara maju, diharapkan para awardee harus bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih maju,”pungkasnya.

Lihat juga...