Berziarah ke Rumah Abu Abadi, Rangkaian Perayaan Imlek di Padang

Editor: Irvan Syafari

265

PADANG — Rumah Abu Abadi yang ada di Jalan Pasar Batipuh, Kota Padang, Sumatera Barat, merupakan satu di antara tiga Rumah Abu Abadi yang ada di Padang. Rumah Abu Abadi ini merupakan sebuah tempat penyimpanan abu hasil kremasi janazah keturunan Tionghoa yang datang dari berbagai daerah.

Di dalam Rumah Abu Abadi ini, terdapat peti berukuran kecil seperti lemari. Peti ini disediakan sebagai tempat penyimpanan abu hasil kremasi janazah.

Rumah Abu Abadi menyediakan tempat penyimpanan abu hasil kremasi sekitar 600 peti. Namun peti yang telah terisi saat ini sekitar 350 peti.

Berdasarkan keterangan dari petugas di Rumah Abu Abadi Ramli Gehay, sejak siang tadi, ratusan peziarah yang datang ke Rumah Abu Abadi di Pasar Batipuh.

Keturunan Tionghoa yang datang tidak hanya dari Sumbar, tapi juga ada datang luar dari Sumbar, seperti Aceh, Medan, Makassar, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya.

“Berkunjung atau berziarah ke Rumah Abu Abadi ini merupakan rangkaian dalam perayaan pergantian tahun Imlek. Kegiatan seperti ini hanya dilakukan satu kali dalam satu tahun,” ujarnya, Kamis (15/2/2018).

Ramli menjelaskan proses untuk melakukan ziarah ke Rumah Abu Abadi, bagi keturunan Tionghoa untuk masuk ke Rumah Abu Abadi perlu melakukan sembahyang terlebih dahulu. Setelah itu langsung memasukkan abu hasil kremasi ke dalam peti yang masih kosong.

Abu itu diletakkan ke dalam sebuah tempat yang telah dibawa pihak keluarga yang ingin menyimpan abu keluarganya di Rumah Abu Abadi. Setelah meletakkan abunya, akan diberi tanda pengenal seperti foto, nama, dan identitas diri dari abu jenazah.

Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan Rumah Abu Abadi itu berdiri sejak 8 Februari 1999 lalu, yang diresmikan oleh Walikota Madya Kepala Daerah Tingkat II Padang Zuiyen Rais.

Keberadaan keturunan Tionghoa di Padang tidak hanya adanya Rumah Abu Abadi, akan tetapi juga ada pembangunan Kelenteng Se Hin Kiong, yang merupakan Cagar Budaya di Kota Padang.

Sementara itu, salah peziarah di Rumah Abu Abadi, Riana mengatakan, mengunjungi Rumah Abu Abadi di Pasar Batipuh sudah dilakukannya setiap tahun di Kota Padang. Meski berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara, ia selalu menyempatkan datang ke Padang.

“Ini bagian dari rangkaian Imlek. Jadi, ziarah ini adalah hal yang penting dilakukan. Apalagi di Rumah Abu Abadi ini tersimpan abu ayah saya,” katanya.

Selain itu, alasan dirinya memilih Kota Padang untuk perayaan Imlek, Riana mengaku, Kota Padang atau Sumbar pada umumnya, memiliki wisata yang indah. Jadi, tradisi terlaksana, sembari berlibur wista.

Ramli saat menunjukkan identitas abu hasil kremasi janazah yang ada di Rumah Abu Abadi di Pasar Batipuh Padang/Foto: M. Noli Hendra.

“Besok tanggal merah, Sabtu dan Minggu waktunya libur. Untuk mengisi liburan itu pasnya di Padang, karena banyak tempat wisatanya. Makanya saya memilih Padang,” ungkapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.