BI NTB Berharap TPID Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Koko Triarko

215
Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani/Foto: Turmuzi

MATARAM – Keberadaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) selain bertugas melakukan pengendalian dan menjaga kestabilan harga, juga diharapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi melalui kajian yang dilakukan.

“Jadi, keberadaan TPID itu diharapkan tidak saja terbatas pada upaya pengendalian gejolak harga di pasaran, tapi juga bisa ikut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi”, kata Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani, di Mataram, Selasa (27/2/2018).

Hal demikian mengingat di dalamnya terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memang memiliki tugas menjalankan program pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi kreatif, yang secara langsung akan berdampak  mendorong pertumbuhan ekonomi NTB, melalui berbagai kebijakan dan program kerja yang dilaksanakan.

Dikatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan TPID Provinsi yang di dalamnya terdapat biro ekonomi, sekda, satgas pangan, dinas pertanian, dinas perdagangan, dinas perindustrian termasuk BPS untuk merumuskan bersama bagaimana mengatasi masalah inflasi terutama menjelang akhir tahun.

Kebijakan seperti apa yang harus dilakukan setiap OPD yang tergabung dalam TPID, supaya masalah harga termasuk inflasi bisa diatasi melalui koordinasi dan sinergi.

“Selama ini kebutuhan pokok seperti beras, cabai masih jadi salah satu penyebab terjadinya inflasi, selain karena pola konsumtif, juga pengaruh cuaca terutama cabai, sehingga perlu pengaturan masa tanam harus jadi kebijakan”, katanya.

Harga beras, misalnya, dalam beberapa bulan terahir sempat tinggi, sehingga sempat dilakukan operasi pasar (OP) dari Bulog, tapi  sekarang panen raya sudah banyak, maka beras tidak naik.

Tidak kalah penting, TPID nantinya akan konsen mengenai perkembangan ekonomi yang lebih baik menjadi tujuan bersama, tidak hanya pengendalian harga.

Baca Juga
Lihat juga...