BPPT Kembangkan Budidaya Perikanan Raja Ampat

229
Ilustrasi/ Foto: Dokumentasi CDN

WAISAI – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengembangkan budi daya perikanan di kepulauan wisata tersebut dengan target meningkatkan produksi perikanan hingga 430 ribu ton per tahun atau 80 persen dari potensi yang ada.

“Potensinya mencapai 550 ribu ton tetapi yang dikelola selama ini baru 40 ribu ton,” kata Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto Hidayat pada kunjungan untuk penyusunan masterplan perikanan di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis.

Potensi ini terkait luas wilayah kabupaten itu yang mencapai 4 juta hektare dengan sekitar 2.700 pulau mengitari empat pulau besar, yakni Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool.

Ia mengatakan, ada sejumlah hal yang akan diperhatikan, yakni kerusakan lingkungan, optimalisasi sarana perikanan yang dibutuhkan, dan dikaitkan dengan sarana wisata, serta potensi lokal daerah, seperti keberagaman ikan dengan 1.200 spesies ikan dan 600 spesies terumbu karang yang masih utuh.

“Jadi budidaya ikan yang dikembangkan, diintegrasikan dengan kegiatan pesisir yang berkaitan dengan penduduk dan kegiatan wisata, jadi tidak merusak lingkungan,” katanya.

Pengelolaan yang dilakukan, ujar dia, akan menggunakan konsep “Sato Umi”, suatu konsep pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan yang diadopsi dari Jepang, untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas perairan yang tidak produktif.

Hasil dari kegiatan ini adalah rencana induk pengembangan usaha budidaya perikanan laut yang bermanfaat untuk dijadikan acuan bagi pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk perikanan serta kelautan di wilayah kepulauan.

Rincian kegiatan mulai dari pembenihan hingga pembesaran ikan, pemasaran, pengembangan jaringan kerja sama kemitraan dan kelembagaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui pelatihan dan pendampingan teknologi.

Dilakukan pula optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana perikanan yang ada serta revitalisasi unit pembenihan ikan milik pemerintah daerah dan masyarakat serta pengembangan kawasan budidaya perikanan laut sebagai sentra produksi usaha pembenihan ikan dan budidaya ikan di wilayah Papua Barat.

“Usaha budi daya perikanan yang dikembangkan misalnya nila laut, kerapu dan udang galah, jenis lainnya masih dijajaki,” kata Arief. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...