Buku Perpusnas Bantu Siswa Peroleh Bacaan Bermutu

Editor: Satmoko

188

LAMPUNG – Kondisi sekolah tingkat dasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hidayah yang terbatas membuat kegiatan belajar mengajar menggunakan kelas disekat.

Selain kondisi ruang belajar terbatas, fasilitas penunjang berupa perpustakaan dan buku bacaan bahkan nyaris tak dimiliki sekolah di kaki Gunung Rajabasa tersebut.

Siti Nurjanah selaku kepala sekolah membenarkan sebanyak dua kelas terpaksa disekat menjadi kelas rangkap.

Keterbatasan ruang kelas dan buku bacaan tersebut diakui Siti Nurjanah, ikut terbantu dengan jadwal rutin kedatangan perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling menggunakan kendaraan roda dua dan box penyimpan ratusan buku diakui Siti Nurjanah datang sepekan sekali. Siswa diberi kesempatan membaca buku saat jam istirahat dan meminjam untuk dibawa pulang.

“Sekolah kami selama ini belum memiliki fasilitas perpustakaan sekaligus buku bacaan karena ruang belajar masih minim. Bahkan harus disekat menggunakan papan ,usulan tambahan ruang kelas baru sedang diajukan,” terang Siti Nurjanah, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Desa Padan, saat dikonfirmasi Cendana News, baru-baru ini.

Siti Nurjanah, Kepala MI Nurul Hidayah Desa Padan Kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Buku bacaan yang selama ini jarang dijumpai anak-anak didiknya, disebut Siti Nurjanah, merupakan buku ilmu pengetahuan, dongeng kisah rakyat, majalah serta buku pelajaran. Meski hanya dipinjamkan, kedatangan perpustakaan keliling secara rutin diakui Siti Nurjanah mendisiplinkan murid membaca dan mengembalikan buku.

Buku bacaan yang dipinjam kerap tiba hari Senin dan Sabtu setiap pekan dilakukan secara berkelanjutan. Para siswa peminjam buku akan dicatat oleh guru jumlah buku yang dipinjam dan dikembalikan. Maksimal buku dipinjam tiga buah dan bisa diselesaikan proses membacanya selama sepekan untuk ditukar dengan buku baru.

“Selain membaca siswa kami wajibkan membuat resume buku bacaan sehingga pada akhir pekan akan diketahui jenis dan jumlah buku yang telah dibaca,” terang Siti Nurjanah.

Pencatatan jenis buku yang dibaca tersebut bertujuan agar siswa mengingat isi buku yang dipinjam. Meski buku telah dikembalikan, para siswa akan bisa memiliki catatan setiap buku yang dibaca. Berjalan selama satu bulan lebih, ia menyebut, perputaran buku yang dibaca siswa sudah mencapai ratusan buku dari total sebanyak 79 siswa yang ada di sekolah tersebut.

Minimnya fasilitas gedung diakui Siti Nurjanah sudah diusulkan ke Kementerian Agama untuk penambahan gedung baru. Saat pembangunan gedung baru terealisasi rencananya ruang guru akan diubah menjadi perpustakaan sehingga siswa bisa memiliki ruang baca dan koleksi buku.

Sugeng Hariyono selaku penerima motor perpustakaan keliling menyebut, rutin membawa buku ke MI Nurul Hidayah. Program perpustakaan keliling dilakukan ke sejumlah sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Selain sekolah perpustakaan keliling dari Perpusnas juga mengunjungi sejumlah desa terpencil untuk memberi kesempatan anak-anak membaca buku.

Buku perpustakaan keliling bantuan Perpusnas dibawa oleh Sugeng Hariyono [Foto: Henk Widi]
Sugeng Hariyono menyebut, motor perpustakaan keliling dari Perpusnas sengaja diperuntukkan menggencarkan budaya literasi. Sebanyak 60 motor perpustakaan keliling bagi pegiat literasi di Indonesia tiga di antaranya diberikan ke pegiat literasi di Lampung, ikut membantu anak-anak di pedesaan.

“Banyak anak yang sekolah di wilayah pedesaan tidak memiliki akses buku bacaan karena tak ada perpustakaan,” bebernya.

Salah satu sekolah di antaranya MI Nurul Hidayah, disebut Sugeng Hariyono, dipilih karena kondisi yang memprihatinkan. Selain disekat untuk belajar siswa kelas 3 bahkan belajar di lorong antar-kelas. Kedatangan perpustakaan keliling dengan ratusan buku bacaan disebut Sugeng diharapkan memberi semangat belajar para siswa. Buku-buku baru yang didistribusikan secara rutin diakuinya sebagian merupakan buku bantuan Perpusnas dan sebagian dari donatur.

Pada masa mendatang, saat MI Nurul Hidayah memiliki ruang memadai, Sugeng berharap, sekolah tersebut memiliki perpustakaan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.