Cuaca Buruk Sebabkan Harga Ikan di Bojonegoro Stabil Tinggi

177
Ikan layur. -Dok: CDN

BOJONEGORO – Sejumlah pedagang di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan harga berbagai jenis ikan laut stabil tinggi, karena berkurangnya pasokan ikan dari daerah penghasil, Tuban, sejak dua pekan terakhir.

“Pasokan ikan laut berkurang drastis, karena masih banyak nelayan yang tidak melaut pengaruh angin kencang,” kata seorang pedagang ikan laut di Pasar Kota, Bojonegoro, Ny. Hanik, Kamis (15/2/2018).

Bahkan, kata dia, dibenarkan pedagang ikan lainnya, Bambang, ada tiga jenis ikan laut yang tidak beredar, yaitu tenggiri, kakap dan rajungan.

Menurut Bambang, pedagang pemasok dari Tuban juga menawarkan rajungan, tetapi pedagang tidak ada yang berani mengambil, karena harganya mencapai Rp100.000/kilogram.

“Produksi rajungan langsung masuk pabrik untuk dikirim ke luar kota tidak ada yang dipasarkan di pedagang biasa,” ujar dia.

Ny. Hanik mengaku memiliki dua kapal penangkap ikan, tetapi juga tidak dioperasikan untuk melaut, karena kalau dipaksakan juga tidak akan memperoleh ikan akibat pengaruh angin kencang.

“Di Plumpang, Tuban, tidak ada nelayan yang melaut,” ujar Ny. Hanik.

Selama pasokan ikan laut langka di daerah setempat, para pedagang rata-rata hanya memperoleh ikan laut jenis tertentu dengan jumlah terbatas jauh berkurang dibandingkan dalam kondisi normal.

Seperti yang dialami pedagang ikan laut, Ny. Sutin, yang mengaku hanya memperoleh ikan laut sekitar 30 kilogram per hari, padahal biasanya bisa memperoleh berbagai jenis ikan laut lebih dari 1 kuintal per hari.

“Kalau perkiraan nelayan angin laut normal sekitar akhir Februari,” ucap Ny. Hanik, menambahkan.

Data di Pasar Kota menyebutkan, harga ikan tongkol dan tuna Rp35.000/ kilogram, padahal biasanya Rp25.000/ kilogram, kerapu Rp25.000/ kilogram biasanya Rp20.000/ kilogram, dan benggol Rp35.000/ kilogram.

Harga nus berkisar Rp30.000-Rp35.000/ kilogram, cumi-cumi berkisar Rp50.000-Rp80.000/ kilogram, udang laut mulai Rp35.000 sampai Rp85.000/ kilogram dan kepiting Rp80.000/ kilogram.

Menurut Bambang, berkurangnya pasokan ikan laut juga memengaruhi harga ikan air tawar di daerah setempat menjadi naik, kecuali ikan lele yang masih stabil Rp20.000/ kilogram.

“Harga lele stabil, sebab produksi lokal melimpah,” ucapnya.

Seorang pedagang ikan air tawar di pasar setempat, Ny. Surip, menyebutkan harga ikan nila naik menjadi Rp30.000/ kilogram dari sebelumnya Rp20.000/ kilogram, bandeng Rp25.000/ kilogram biasanya Rp20.000/ kilogram.

Begitu pula harga nila naik menjadi Rp30.000/ kilogram dari sebelumnya Rp20.000/ kilogram, gurami Rp35.000/ kilogram, dan patin Rp20.000/ kilogram. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.