Depo Kontainer di Kariangau Diharap Mampu Naikkan Perekonomian

Editor: Koko Triarko

172

BALIKPAPAN — Pembangunan depo kontainer di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau yang berlangsung pada 2018, dipastikan akan menambah sarana pendukung dalam kegiatan direct call (ekspor) yang dilaksanakan pada Maret, mendatang.

Depo kontainer diperkirakan akan terealisasi pada tahun ini, setelah hari ini, Rabu (14/2/2018) dilaksanakan ground breaking yang secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, bersama Asisten II Setdaprov Kaltim, Syabani, mewakili Gubernur Kaltim, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang, Direktur KKT M, Basir, Wakil Wali Kota, Rahmad Masud, Kepala Perusda Balikpapan, Purbawijaya, di halaman Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

“Depo kontainer dan kegiatan ekspor yang akan berlangsung pada Maret nanti bisa mendongkrak ekonomi Kaltim. Bukan hanya sumber daya yang ekspor, tapi nanti impor juga datang melalui pelabuhan peti kemas di Balikpapan. Efeknya harga akan lebih rendah, karena biaya logistik bisa dipangkas, yang tadinya dari Surabaya atau Makassar bisa langsung di Balikpapan,” ucap  Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang , usai kegiatan ground breaking depo kontainer di halaman kantor KKT, Balikpapan.

Dikatakannya, dengan direct call, biaya akan terpangkas 50 persen karena tidak perlu mengganti kontainer dan kapal. Dengan begitu, kualitas ekspor bisa terjaga. “Bila sebelumnya dalam pengiriman bisa mencapai 40 hari, begitu sampai di sana hasil rendah, dan akhirnya dijual murah. Dengan seperti ini, maka harga terjaga dengan kualitas yang lebih baik,” paparnya.

Farid menjelaskan, direct call merupakan bentuk realisasi Nawacita Presiden Joko Widodo untuk penurunan biaya logistik. Dan, berkaca dari keberhasilan pelaksanaan di Sulawesi, di mana dulu hanya 27 produk dan saat ini mencapai 104 produk. Nantinya, pertumbuhan minimum bisa mencapai 350 kontainer per bulan, dengan evaluasi per tiga bulan dalam kontrak satu tahun.

“Penerapannya salah satu syarat adalah harus ada ekspor dari Timur, salah satunya kita buka di sini. Target kalau dibandingkan dengan ekspor, pertumbuhan Indonesia Timur di bawah 11 persen, masih rendah. Sekarang kita berusaha bagaimana bisa di atas 20 persen,” tandasnya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menyatakan pembangunan depo kontainer merupakan salah satu program Kawasan Industri Kariangau (KIK) yang masuk dalam Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).

“Karena lahan yan dimiliki pemkot sudah masuk dalam program klik, seperti kerja sama dengan Pelindo 4, sambil bangun dengan memajukan KIK. Lahan di KIK ada tiga kepemilikan, yaitu Pemkot Balikpapan, Provinsi Kaltim dan swasta,” sebutnya.

Pihaknya juga memohon dukungan DPRD Balikpapan dalam pelaksanaan direct call tersebut, karena nantinya dokumen bila sudah disempurnakan akan dimasukkan sebagai penyertaan modal bagi Perusda.

“Jadi, nanti Perusda yang bekerja sama dengan berbagai pihak. Aset ini kami serahkan penuh Perusda,” imbuh Rizal.

Dia juga meminta pada Perusda untuk serius dalam pelaksanaannya. “Jangan sampai dicap sebagai perusahaan tanpa laba. Ini kesempatan memberi sumbangan PAD,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.