Dewan Optimis Balikpapan Mampu Swasembada Ikan

Editor: Koko Triarko

268
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Seiring dengan upaya peningkatan dan pemberdayaan produksi ikan tambak yang mulai dilakukan Kota Balikpapan, DPRD optimis kota yang dikenal sebagai kota minyak ini mampu memenuhi kebutuhan ikan.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin, mengatakan stok ikan yang dimiliki kota Balikpapan sangat luas, apalagi Balikpapan sangat berdekatan dengan pesisir laut, sehingga kebutuhan ikan laut dapat dengan mudah dijangkau.

“Nelayan di Balikpapan ada ribuan, hanya memang harus didukung dengan alat tangkap juga. Karena alat tangkapnya masih sangat terbatas dan minim. Stok yang ada di Balikpapan sangat banyak, artinya Balikpapan bisa melakukan swasembada ikan kalau itu dioptimalkan,” ucapnya ketika ditanya swasembada ikan di Balikpapan, Rabu, (28/2/2018).

Dia optimis, Balikpapan mampu memenuhi kebutuhan ikan untuk masyarakat, bahkan dapat mendukung swasembada ikan yang digaungkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun, dinas terkait juga harus mengoptimalkannya agar target dapat tercapai.

“Kalau saya melihat swasembada ikan di Balikpapan selama dinas perikanan optimal, maka mencapai target. Memang ikan itu ada musimnya, terkadang langka akibat cuaca. Tetapi, cadangan ikan itu tidak hanya dari laut, namun juga bisa dari ikan tambak. Itu perlu dipertimbangkan juga,” bebernya.

Diakuinya, kondisi cuaca yang tidak mendukung bisa menyebabkan ikan langka. Namun, hal itu bisa diantisipasi dengan adanya ikan tambak yang bisa menambah stok. Bahkan, ikan tambak juga tidak mengenal musim, sehingga produksinya bisa ditingkatkan.

“Selama tambaknya bagus, tidak jebol dan dirawat dengan baik, maka produksi ikannya akan terpenuhi. Kita lihat ribuan hektare tambak di Balikpapan dan daerah lainnya itu banyak sangat produktif,” tandas Sabaruddin.

Pembudidaya ikan tambak di Balikpapan terdapat 30 kelompok usaha bersama (KUB), dan mereka tersebar di beberapa wilayah. Ada pun ikan tambak yang dibudidaya adalah ikan lele dan bandeng.

Balikpapan juga sudah memiliki Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Manggar dan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di kawasan Klandasan. Bila kedua fasilitas itu dimanfaatkan dengan optimal juga akan mendukung swasembada ikan.

“PPI di Manggar memang kurang optimal. Karena memang areanya sangat minim. Memang kita pernah dengar TPI ini bisa dijadikan minapolitan, tersentralistik yang berhubungan dengan ikan ada disana,” tutup Sabaruddin.

Baca Juga
Lihat juga...