Di Tengah Isu tak Sedap, Bisnis Umroh di Kalsel Masih Menjanjikan

Editor: Koko Triarko

175

BANJARMASIN- Pebisnis umroh di Kalsel masih optimis bisnis ibadah umroh di Banua masih tetap menjanjikan di 2018 ini.

Salah satu pebisnis umroh di Banjarmasin, H Supriadi, mengaku, walaupun diterpa berbagai isu yang kurang sedap terkait jasa umroh bodong dan kebijakan pengenaan pajak oleh Pemerintah Arab Saudi, ia tetap yakin minat masyarakat Banua untuk ke pergi tanah suci masih tinggi.

“Masyarakat Kalsel ini tingkat religiusnya sangat tinggi. Jadi, saya pikir walaupun ada isu umroh bodong dan naiknya harga jasa umroh, minat mereka pasti tetap besar untuk ke tanah suci,” jelas Owner Travelindo Group, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat Banua untuk beribadah umroh sudah terlihat sejak awal tahun ini. Tercatat dari Januari-Febuari 2018 pihaknya sudah memberangkatkan sekitar 2.500 jemaah.

“Target kita sampai sebelum Ramadhan nanti setidaknya bisa memberangkatkan sekitar 4.500 jemaah,” tambahnya.

Terkait adanya kenaikan harga umroh akibat  kebijakan pengenaan pajak oleh Pemerintah  Arab Saudi, hingga saat ini menurutnya tidak membuat harga jasa umroh yang ditawarkannya naik, masih sekitar Rp20 juta untuk satu jemaah.

“Kebijakan pengenaan pajak ini masih bisa siasati, agar bisa tetap memberikan harga jasa umroh yang kompetitif bagi masyarakat, karena pajaknya hanya untuk hotel, akomodasi dan konsumsi. Berbeda kalau harga tiket pesawat yang naik, itu pasti mau tidak mau akan ada kenaikan harga, mengingat biaya tiket pesawat menyumbang sekitar 60 persen dari seluruh biaya umroh,” ungkapnya.

Pebisnis umroh lainnya di Banjarmasin, Ustad Chairani Ideris, juga mengaku masih optimis di 2018 ini bisnis umroh di Kalsel bisa semakin berkembang.

Daya beli masyarakat Banua yang kembali membaik, karena sektor pendorong ekonomi utama Kalsel, yakni pertambangan dan perkebunan harga dan permintaannya kembali bergeliat, dapat menjadi pendorong meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh.

“Awal tahun ini sudah mulai kelihatan tingginya minat masyarakat untuk berangkat umroh, ada kenaikan sekitar 20 persen dibanding tahun lalu. Bahkan, sudah ada yang mulai membooking untuk paket umroh plus ke Turki dan Mesir untuk pertengahan tahun mendatang,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, H Noof Fahmi, mengingatkan masyarakat Banua yang ingin melakukan ibadah umroh untuk jeli memilih travel. Pertama, dengan melihat izin usaha travel yang bersangkutan hingga harga yang ditawarkan.

“Kalau menawarkan kurang dari Rp20 juta perlu diwaspadai. Kami pun siap memberikan pendapat jika masyarakat memerlukan untuk memilih travel umroh mana saja yang legal dan layak dipilih,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.