Dishub Sleman Gencar Sosialisasi Uji Petik Emisi Gas Buang

Editor: Koko Triarko

106
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

YOGYAKARTA – Kepala Seksi Keselamatan Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Sumedi Laksono, mengakui masih banyak pemilik kendaraan yang hingga saat ini belum mematuhi ketentuan batas emisi gas buang. 

Meski di tingkat daerah, peraturan terkait hal itu sebenarnya sudah diatur, namun pemerintah sampai saat ini juga masih belum melakukan tindakan tegas berupa pemberikan sanksi. Pemerintah sendiri mengaku memilih mengambil langkah mendorong masyarakat, khususnya pengguna kendaraan untuk mematuhi ketentuan emisi gas buang melalui upaya sosialisasi.

“Sementara ini kita memang lebih banyak mensosialisasikan,” katanya, saat menggelar uji petik emisi gratis untuk kendaraan roda empat yang melintas di area kampus UGM, Selasa (13/2/2018).

Melalui kegiatan uji petik emisi hasil kerja sama Universitas Gadjah Mada dan Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Sleman ini, diharapkan para pemilik kendaraan mau melakukan uji batas emisi gas buang.

Sesuai ketentuan, standar baku mutu emisi kendaraan roda empat seperti yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 39 tahun 2010, untuk kendaraan jenis bensin keluaran di bawah tahun 2007 setidaknya keluaran emisi karbon monooksida (CO) sekitar 4,5 persen. Sedangkan untuk jenis mobil keluaran di atas  2007 batas CO sekitar 1,5 persen.

Setiap pengguna kendaraan yang melanggar aturan perda tersebut dapat dikenai denda Rp50 juta atau sanksi  hukuman selama tiga bulan.

Dalam perda juga disebutkan juga nilai baku mutu untuk kendaraan roda dua. Namun, kata Sumedi, selama ini masih belum rutin dilakukan uji petik emisi. “Pelaksanan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak warga kampus untuk rutin menguji emisi gas kendaraan mereka. Kita harapkan warga kampus bisa menjadi contoh yang baik bagi warga masyarakat lain untuk program ini,” katanya.

Selain di UGM, kata Sumedi, pemerintah kabupaten Sleman  juga menggandeng sejumlah kampus lain sebagai lokasi pelaksanaan uji petik emisi, beberapa kampus yang sudah diajak kerja sama antara lain UNY, Universitas Atma Jaya, UPN Veteran, STIE YKPN, Unrio, Universitas Sanata Dharma.

Dikatakan Sumedi, selama pelaksanaan uji petik emisi yang sudah dilakukan dua tahun terakhir di kampus-kampus, sekitar 5 persen dari total jumlah kendaraan yang sudah melakukan uji yang dinilai melanggar aturan perda pengendalian pencemaran udara.

Karena itu, pihaknya menargetkan bisa mengurangi jumlah kendaraan yang masih memiliki keluaran emisi melebihi ambang batas, di masa yang akan datag.

“Tahun ini kita menargetkan ada 750 kendaraan yang ikut uji petik,” katanya.

Sementara itu, Ana Christalina, Kepala Sub Bidang Kesehatan Kerja dan Lingkungan, Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) UGM, mengatakan, pelaksanaan uji petik emisi yang akan dilaksanakan di UGM diharapkan dapat menjadi program rutin dalam menjaga lingkungan udara kampus biru dari polusi asap kendaraan.

”Kita mengharapkan ada upaya untuk menjaga udara di lingkungan kampus tetap bersih,” katanya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...