DLH Sikka Mengubah Lingkungan Kumuh jadi Taman Doa

Editor: Koko Triarko

210

MAUMERE – Lingkungan kumuh yang berada di pinggir Kali Mati, tepatnya di sisi barat, kelurahan Kabor, kecamatan Alok yang selama ini dijadikan tempat sampah dan kandang binatang warga sekitar, diubah dan ditata menjadi taman doa.

“Sebagian wilayah di pinggir kali mati, selama ini terkesan sangat kumuh. Masyarakat sering membuang sampah sembarangan di pinggir kali, bahkan dijadikan sebagai kandang ternak, sehingga kami jadikan taman doa biar lebih tertata baik,” ungkap Ir.Yunida Pollo, Rabu (14/2/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka, Ir.Yunida Pollo. -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Yunida, program pengelolaan lingkungan melalui penataaan ruang terbuka hijau sangat penting dilaksanakan. Ini juga  untuk mewujudkan visi terwujudnya lingkungan hidup yang lestari.

“Masyarakat perlu banyak ruang terbuka hijau, baik sebagai tempat bersantai dan juga sebagai tempat berdoa, khususnya bagi umat Katolik. Taman doa juga bisa memotivasi masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan,” tuturnya.

Dengan penataan ruang terbuka hijau, tmbah Yunida, maka suplai oksigen akan lebih tinggi bagi kebutuhan makhluk hidup. Sepanjang taman doa dan di pesisir kali mati telah ditanam aneka pohon untuk memperindah bantaran kali.

“Kami yakin, dengan adanya taman doa masyarakat tidak akan membuang sampah sembarangan lagi di pinggir kali mati, sebab pengelolaan taman doa juga diserahkan untuk umat lingkungan di kelurahan Kabor,” ungkapnya.

Emil Goleng, warga kelurahan Kabor, mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah membangun taman doa di wilayah mereka yang sering dicap sebagai ‘gudangnya anak nakal’.

Selain itu, kata Emil, selain bermanfaaat di bidang keagamaan, adanya taman doa juga mengubah wilayah pesisir kali mati yang selama ini sangat kumuh dan tidak terawat dengan baik.

“Orang suka buang sampah sembarangan di pinggir kali. Kalau pepohonan yang ditanam di taman doa telah besar, tentu akan membuat lingkungan sekitar taman doa menjadi teduh dan semakin menarik,” tuturnya.

Emil berharap, ada penambahan atap di altar panggung taman doa, sehingga umat yang sedang berdoa siang hari bisa terhindar dari panas matahari, sebab tanaman pelindungnya masih kecil. Juga saat ada hujan, umat tetap bisa berdoa dengan khusuk.

Baca Juga
Lihat juga...