Dukung Program Pemilahan Sampah, Poltekba Ciptakan Alat Pemilah

Editor: Irvan Syafari

87
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

BALIKPAPAN — Upaya mensukseskan program pemilahan sampah yang mulai dilaksanakan Pemerintah Kota Balikpapan sejak dua tahun terakhir mengundang banyak pihak untuk aktif menyuarakannya. Mengingat Balikpapan setiap tahunnya berhasil meraih penghargaan Adipura sebagai kota bersih.

Program pemilahan sampah diBalikpapan terdapat di beberapa kelurahan yang menjadi pilot project nasional, di mana masyarakatnya diajak untuk melakukan pemilahan sampah dari organik dan non organik.

Tidak hanya terkonsentrasi pada satu kawasan, namun pemerintah juga berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat dari waktu pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga pembuangan sampah dengan cara dipilah.

“Melalui program tersebut, maka munculah ide bagaimana membantu masyarakat dan pemerintah untuk pemilahan sampah. Kami mahasiswa dari Politeknik Balikpapan mencoba berkreasi dari alat yang diciptakan dengan bimbingan dosen,” kata Andika Malik, Mahasiswa Semester 6 Jurusan Elektronika Poltekba, Rabu (14/2/2018).

Alat pemilah sampah yang dibuat oleh sejumlah mahasiswa Poltekba ini sengaja dipamerkan pada setiap acara ataupun kegiatan. Menurutnya, hal itu dilakukan agar masyarakat tahu bahwa ada alat pemilah sampah, yang membantu masyarakat dan petugas dan harapannya tertarik dari teknologi yang dibuat mahasiswa.

“Makanya setiap ada pameran atau kegiatan kami ikut untuk dipamerkan alat pemilah sampah ini. Tahun 2017 alat ini sempat ikut dilombakan juga,” sebutnya mewakili mahasiswa Poltekba.

Andika menuturkan munculnya alat pemilah sampah ini karena sebagian masyarakat belum sadar akan pentingnya pemilahan sampah dan bagaimana cara memilah sampah. Sehingga dengan ide adanya alat pemilah alat sampah secara otomatis akan memudahkan masyarakat dalam memilah sampah.

“Ternyata kan masih banyak masyarakat yang belum sadar bagaimana memilah sampah, makanya bagaimana pemilahan sampah dilakukan secara otomatis,” tandasnya.

Untuk menciptakan sebuah ide dalam membuat alat ini membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan. Kemudian dari mahasiswa dibantu dosen pembimbing mengumpulkan perangkatnya.

“Buat alat ini sekitar 3-4 bulan idenya baru muncul, kemudian kumpulkan perangkatnya. Pertama itu tempat sampahnya dari logam dan non logam, kemudian sensor dan aplikasinya atau program, yang mengatur secara otomatis,” paparnya.

Melalui alat pemilahan sampah ini masyarakat akan dimudahkan dalam pemilahan sampah. “Harapannya bisa membantu program pemerintah dalam pemilahan sampah, mengajak masyarakat dalam pemilahan sampah,” tambahnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...