Ekonomi Bali di 2018 Tumbuh Enam Persen

Editor: Mahadeva WS

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana saat memberi keterangan pers usai memberi materi Lokakarya Kehumasan dan Kebank Centralan BI Bali dengan para awak media di Yogyakarta, Jumat (9/2/2018) malam - Foto: Sultan Anshori.

YOGYAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata di 2018 diprediksi mengalami peningkatan enam hingga 6,4 persen. Prediksi tersebut didukung oleh sejumlah indikator, diantaranya terselangaranya Pilkda serentak dan akan berlangsungnya Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) di Oktober 2018.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana menyebutkan agenda-agenda tersebut berpotensi meningkatkan perekonomian Bali. “Pilkada dan Pertemuan IMF-WB dengan Bali sebagai tuan rumah membawa dampak yang ekonomi cukup besar untuk Bali, dari dua event ini penyiapan sarana dan prasana pendukung yang paling dominant Seperti penyediaan alat tulis kertas dan lain-lain,” kata Causa saat menggelar Lokakarya Kehumasan dan Kebank Centralan BI Bali dengan para awak media di Yogyakarta, Jumat (9/2/2018).

Pria yang akrab disapa pak Cik ini menambahkan, Selain dua indikator tersebut masih ada indikator lain yang dapat dijadikan rujukan. Termasuk adanya pembangunan sejumlah insfranstruktur seperti jalan, perluasan bandara, serta membaiknya dunia ekspor barang.

Ekonomi Bali semakin meningkat jika beberapa trobosan lain dilakukan oleh pemerintah setempat terutama dari segi pariwisata.  Dengan artian pemerintah setempat juga harus fokus pada upaya perluasan dunia pariwisata dengan tidak lagi terpaku hanya dalam satu daerah saja seperti kawasan bali selatan.

“Karena kita tau share pariwisata bali terhadap nasional, kita lihat dari tahun ketahun semakin meningkat, di 2015 mencapai 18 persen, di 2016 mencapai 21 persen dan di 2017 lalu mencapai 21 persen,” rincinya.

Lihat juga...