Gandeng Korsel, KONI Upayakan Pembinaan Atlet

Ilustrasi KONI - Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggandeng Korea Selatan (Korsel) untuk melakukan pengawasan dan pendampingan cabang olahraga di persiapan Asian Games 2018. Kerjasma dilakukan untuk kegiatan pembinaan atlet.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami mendukung pemerintah dalam mewujudkan target prestasi di Asian Games 2018,” kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, Selasa (13/2/2018).

Tono Suratman dan tim yang datang secara langsung ke Korsel secara resmi menandatangani nota kesepahaman pembinaan atlet dengan Gubernur Provinsi Chungcheongbuk-do, Si Jong Lee. Setelah itu, mereka melakukan mengunjungi NationalTraining Center Korsel di Jincheon.

National Training Center merupakan sarana yang terlengkap dan terbesar di dunia dalam hal pembinaan atlet. Keberadaan lokasi ini menggantikan Training Center yang berada di Tuerung. Bangunannya berkapasitas 1.150 orang dan mengakomodir 37 cabang olahraga.

Cabang olahraga yang bisa menjalani pemusatan latihan di lokasi tersebut di antaranya adalah taekwondo, bulu tangkis, atletik, anggar, renang. Selain itu juga didukung fasilitas indoor dan outdoor berikut dengan pusat sport science dan sport medicine.

Terkait dengan bentuk kerja sama, Tono mengatakan, salah satunya adalah mengirimkan atlet Indonesia ke Korsel. Negeri Ginseng ini dikenal sebagai salah satu negara kuat dan memiliki prestasi gemilang dibidang olahraga. “Kami segera melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait dengan aplikasi hasil kerja sama dengan Korsel,” tambah Tono.

KONI Pusat bersama pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersinergi untuk pencapaian prestasi tertinggi di Asian Games 2018. Adapun tugas KONI adalah membantu pemerintah dalam mewujudkan target yang ditetapkan.

Lihat juga...