Harga Bawang di Sukabumi Melonjak Akibat Hujan

242
Ilustrasi/Foto: Dokumentasi CDN.

SUKABUMI — Harga bawang baik merah dan putih di Kota Sukabumi, Jawa Barat, kini melonjak dibandingkan pekan pertama hingga kedua Februari 2018 akibat musim hujan.

“Kenaikan harga bawang dikarenakan faktor cuaca di mana sejak Januari hingga Februari 2018 hujan deras tidak kunjung berhenti,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Sukabumi Ayep Supriatna di Sukabumi, Kamis (15/2).

Harga bawang merah saat ini dijual secara eceran di pasar tradisional rata-rata Rp24 ribu setiap kilogramnya atau naik Rp4 ribu/kilogram yang pada pekan lalu hanya Rp20 ribu/kilogram.

Kemudian bawang putih naik Rp8 ribu/kilogram yang pekan lalu dijual dengan harga Rp20 ribu saat ini menjadi Rp29 ribu/kilogram. Penaikan harga bawang merah dan putih ini karena pasokan dari daerah penghasil seperti Jawa Tengah menurun.

Selain itu karena curah hujan yang tinggi sehingga daerah penghasil bawang tidak maksimal panennya ditambah lagi beban biaya transportasi yang meningkat.

Hal ini menyebabkan distribusi bawang menjadi terganggu imbasnya kepada harganya di pasar tradisional. Namun demikian untuk persediaan masih mencukupi dan tidak ada kekurangan.

“Penaikan harga komoditas bawang tersebut masih dalam batas yang wajar serta tidak ada gejolak di masyarakat, hanya saja tingkat pembelian konsumen berkurang,” tambah Ayep.

Sementara, pemilik toko sayuran dan sembako di Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Mimin mengatakan, kenaikan harga bawang ini menyebabkan pembelian berkurang.

Ia memilih tidak terlalu banyak menyetok bawang, karena khawatir tidak laku terjual dan akhirnya busuk sehingga menyebabkan kerugian.

“Biasanya warga membeli setengah hingga satu kilogram, tetapi sekarang hanya beli eceran itu pun paling banyak hanya seperempat kilogram,” katanya (Ant).

Baca Juga
Lihat juga...