Inna Kusumawati Mengaku Ditekan Bupati Jombang Terkait Pemberian Suap

Editor: Irvan Syafari

250
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di Gedung KPK/Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Jombang non aktif Inna Kusumawati hari ini kembali menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kapasitasnya sebagai saksi, terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus korupsi yang terjadi di Jombang tersebut akhirnya juga menyeret tersangka lainnya, yaitu Nyono Suharli Wihandoko (NSW).

NSW sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Bupati Jombang, Jawa Timur, yang baru menjabat selama 1 periode tepatnya sejak 24 September 2013. Namun rencananya yang bersangkutan akan kembali maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai Bupati Jombang periode 5 tahun ke depan.

Saat ditanya sejumlah wartawan di Gedung KPK Jakarta, Inna mengaku bahwa dirinya selama ini sebenarnya hanyalah korban. Dirinya selama ini merasa ditekan atau dipaksa oleh NSW, sehingga akhirnya bersedia mengumpulkan dan menyetorkan sejumlah uang, yang diambil dari anggaran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menurut pengakuan Inna, uang tersebut disetorkan atau diberikan kepada NSW secara bertahap, jumlah total uangnya diperkirakan mencapai Rp400 juta. Uang tersebut diduga akan digunakan oleh NSW untuk membiayai selama masa kampanye terkait Pilkada Bupati Jombang, yang rencananya akan digelar tahun ini.

“Saya sebenarnya dipaksa atau ditekan oleh atasan saya yaitu Bupati Jombang (Nyono Suharli Wihandoko) untuk menyetorkan uang, yang diduga akan dipergunakan oleh yang bersangkutan untuk kepentingan membiayai masa kampanye Pilkada Bupati Jombang,” jelas Inna di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Kepada wartawan Inna juga menuturkan, jika dirinya pernah dijanjikan oleh NSW akan diangkat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Jombang. Inna diketahui diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) untuk menggantikan Kadis Kesehatan Kabupaten Jombang sebelumnya yang telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP).

Sementara itu Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan, meskipun Inna Kusumawati telah berstatus sebagai tersangka, namun dalam kesempatan kali ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka NSW. Keterangan Inna diperlukan penyidik KPK untuk melengkapi berkas perkara pemeriksaan tersangka NSW.

“Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Jombang non aktif Inna Kusumawati hari ini kembali menjalani pemeriksaan penyidik KPK, dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka NSW (Nyono Suharli Wihandoko) Bupati Jombang non aktif,” pungkas Febri.

Inna Kusumawati (rompi oranye) saat keluar meninggalkan Gedung KPK/Foto: Eko Sulestyono.
Baca Juga
Lihat juga...