Jaringan Malaysia Enam Kali Selundupkan Narkoba ke Indonesia

Editor: Koko Triarko

JAKARTA— Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengaku geram dan mewakili kemarahan masyarakat Indonesia terhadap sindikat narkoba internasional yang kerap mengirimkan narkoba jumlah besar ke Indonesia, guna meraup keuntungan sendiri, dan berdampak rusaknya generasi muda.

“Saya perintahkan tembak mati bandar narkoba, karena barang haram itu bisa merusak generasi muda,” tegas Tito, di Gedung Promoter, Jakarta Selatan, Senin, (12/2/2918).

Menurut Tito, Bandar Narkoba tidak berpikir risiko dari penyelundupan narkotika tersebut, mereka hanya berpikir keuntungan yang tinggi dalam berbisnis barang haram itu untuk diedarkan di Indonesia.

Berdasarkan catatan polisi, menunjukkan tersangka bandar jaringan Malaysia bernama Lim Toh Hing yang telah tewas pada 8 Januari 2018 itu sudah enam kali menyelundupkan sabu dan ekstasi jumlah besar dari Malaysia ke Jakarta, dengan modus yang sama, yakni melalui mesin cuci.

Baca: POLRI Ungkap Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia

Pertama pada 21 Oktober 2016. Ia mengirim narkoba lewat importir PT. LMAP Bandung. Kontainer dikirim ke PT. KLI di Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi.

Tanggal 30 Januari 2017, Lim dikabarkan kembali mengirim narkoba lewat importir PT. PPS Jakarta. Kontainer dikirim ke PT. KLI Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi.

Tanggal 3 Maret 2017, untuk ketiga kalinya dia menyelundupkan sabu dan ekstasi lewat importir PT. MGM Jakarta. Kontainer dikirim ke PT. KLI Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi.

Tanggal 28 November 2017, ia mengirim narkoba lewat importir PT. JKA Jakarta. Kontainer dikirim ke Gudang di Jalan Raya Jonggol KM.1 Bogor. Kasus ini berhasil diungkap Polres Metro Jakarta Utara. Kala itu polisi menyita sabu 1.998 gram, dan uang tunai Rp2.775.000.000, mobil Suzuki APV dan Toyota Soluna, serta delapan mesin cuci.

Tanggal 7 Februari 2018, Lim Toh Hing kembali menyelundupkan sabu lewat importir PT. UMS Jakarta. Kontainer dikirim ke Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gudang E 12 Kosambi, Tangerang.

Dari enam kali penyelundupan, polisi memperkirakan, Lim Toh Hing telah memasukkan sabu dari Malaysia ke Jakarta total 1,5 ton sabu.

“Akhirnya perjalanan hidupnya di ujung peluru polisi, karena berusaha kabur dan mencoba merebut senjata api petugas,” tutur Tito.

Untuk itu, Tito meminta semua jajaran kepolisian untuk tidak segan-segan menembak mati para bandar yang mencoba mengedarkan narkoba di Indonesia.

Indonesia, lanjut Tito, dijadikan sebagai marketing points atau sasaran utama bandar internasional untuk menyuplai narkotika. Karena itu, Polri harus tindak tegas siapa saja yang mencoba memuluskan barang haram itu ke Indonesia. “Mari kita selamat generasi muda bangsa, dengan hidup sehat tanpa narkoba,” tutupnya.

Lihat juga...