Jersey Ngotot Inginkan Keanggotaan UEFA

968
Ilustrasi letak kepulauan Jersey - Foto: Istimewa

BRATISLAVA – Upaya Jersey untuk menjadi anggota ke-56 UEFA akan diputuskan dalam pengambilan suara pada Senin (26/2/2018). Asosiasi sepak bola negara pulau tersebut tetap ngotot untuk berusaha mendapatkan pertandingan-pertandingan glamor melawan tim-tim nasional papan atas Eropa.

Presiden Federasi Sepak Bola Jersey (JFA) Phil Austin mengatakan, Dia ingin para pemain terbaik Jersey dapat bermain melawan tim-tim di level yang sama. Hal itu menjadi pilihan dari pada berusaha untuk berhadapan dengan tim-tim seperti Jerman, Spanyol, dan Prancis.

Austin mengatakan, JFA telah melakukan semua usaha semampunya untuk dapat membangun sepak bola di pulau tersebut. Namun secara efektif upaya untuk bisa menjadi anggota UEFA saat ini telah menemui jalan buntu.

“Kami memiliki pusat keunggulan untuk para pemuda, pusat pengembangan untuk para remaja putri, kami memiliki 17 klub senior yang hebat namun itu berhenti di sana karena kami tinggal di pulau,” tandasnya, Sabtu (24/2/2018).

Saat ini menurut Austin, yang tidak dimiliki oleh Jersey adalah kompetisi eksternal reguler. Sementara pemain terbaik yang dimiliki diklaim telah hanya bermain dengan lawan yang sama setiap pekannya selama 15 tahun terkahir.

“Jika Anda adalah pemain 28 tahun di sini, anda mungkin telah bermain dengan pemain-pemain yang sama setiap pekan selama 15 tahun. Kami telah mengusahakan selama beberapa waktu untuk menemukan jalan yang mampu membuat para pemain kami untuk memainkan sepak bola internasional dan mewakili pulau ini secara kompetitif,” tandasnya.

UEFA sering mengkritik tim-tim seperti Andorra, San Marino, dan Gibraltar yang memainkan kompetisi kualifikasi dengan tujuan tunggal pada sebagian besar pertandingan. Hal tersebut memiliki tujuan untuk menjaga skornya tetap terhormat. Pelatih timnas Jerman Joachim Loew, secara khusus, telah mengeluhkan mengenai terlalu banyak pertandingan melawan tim-tim kecil, yang disetujui Austin sebagai poin yang adil.

Menanggapi keluhan tersebut Austin memahaminya. Dan menurutunya, Jersey berada di Grup D (Liga Negara-negara) dengan Andorra, San Marino, Gibraltar, Malta, Liechtenstein. “Saya memahami Inggris dan Jerman tidak ingin bermain melawan kami,” kata Austin.

Austin senang untuk mengikuti contoh yang diberikan cricket, di mana Jersey telah diterima sebagai anggota Dewan Cricket Internasional dan berlaga di strata kelimanya. Bahkan tahun lalu Jersey memenangi grup yang dihuni Vanuatu, Ghana, dan Jerman.

Jersey pertama kali mengajukan diri untuk keanggotaan UEFA pada 2015 namun ditolak oleh komite eksekutif. JFA melakukan banding terhadap Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) yang memutuskan bahwa aplikasi itu semestinya didengar oleh keseluruhan Kongres UEFA, yang akan berlangsung pada Senin (26/2/2018) di Bratislava.

Hambatan terbesar bergabungnya Jersey di UEFA adalah Pasal 5 statuta UEFA yang membatasi keanggotaan federasi sepak bola berdasarkan pada negara yang diakui sebagai negara merdeka oleh mayoritas anggota PBB. Sementara pada surat kepada anggota-anggota UEFA, JFA menyadari bahwa pihaknya tidak bisa memenui kriteria tersebut namun mengatakan bahwa hal itu juga terjadi pada beberapa anggota UEFA.

JFA juga menyebutkan bahwa UEFA dapat mengubah pasal itu, yang diklaim akan membantu pulau-pulau dan wilayah-wilayah lain yang berada dalam situasi serupa diantaranya Guernsey dan Greenland. “Ketika saya berbicara kepada presiden UEFA (Alexander Ceferin), saya mendapat nuansa bahwa Dia menyadari bahwa mereka tidak akan mulai membicarakan orang-orang seperti kami karena kami tidak akan pergi jauh,” pungkas Austin. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...