KKN Tematik Unej Dorong Pengembangan SDM-SDA di Desa

Editor: Koko Triarko

179
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

JEMBER — Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Membangun Desa (UMD)-SDGs ke sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso dan Jember. 

Koordinator Pusat Pemberdayaan Masyarakat LP2M, Hermanto Rohman S.Sos., MPA., mengatakan sebaran mahasiswa KKN tematik selama satu bulan lebih berlangsung hingga 23 Februari 2018 sejak 10 Januari, lalu mencakup 39 desa di Kabupaten Bondowoso dan 45 desa di Kabupaten Jember.

“KKN tematik UMD-SDGs merupakan model KKN yang bertujuan mendorong pemerintahan desa/kelurahan dan masyarakat merencanakan, dan mengembangkan program inovasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan SDM dan SDA lokal, dalam upaya tercapainya program pembangunan yang berkelanjutan,” kata Hermanto, kepada Cendana News saat berada Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Koordinator Pusat Pemberdayaan Masyarakat LP2M Universitas Jember, Hermanto Rohman. -Foto: Ist/Makmun Hidayat

Sustainable Development Goals (SDGs), katanya, adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan, berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang diberlakukan dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif.

“SDGs terdiri atas 17 tujuan dan 169 target dalam rangka melanjutkan upaya dan pencapaian Millennium Development Goals (MDGs),” imbuh staf pengajar FISIP Unej ini.

Hermanto menjabarkan, ketujuhbelas tujuan itu, yakni pemberantasan kemiskinan, nol kelaparan, kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, kesetaraan jender, air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, kerja layak dan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian pengurangan kesenjangan, kota dan masyarakat berkelanjutan, konsumsi yang bertanggungjawab, aksi perubahan iklim, kehidupan bawah laut, kehidupan di darat, perdamaian dan keadilan, serta kemitraan demi mencapai tujuan.

Ada pun pilar KKN UMD-SDGs, jelas Hermanto, terdiri tiga pilar. Pertama, pilar pembangunan ekonomi, seperti potensi energi desa/pemanfaatan potensi energi terbarukan, pemberdayaan pemuda usia produktif untuk berwirausaha, usaha ekonomi ibu-ibu rumah tangga, pengembangan wisata desa, pembangunan infrastruktur dan permukiman desa yang layak.

Kedua, pilar pembangunan sosial, seperti program kesehatan ibu dan anak, penanganan penyakit menular/HIV/penyakit kronis di masyarakat, penanganan NAPZA, peningkatan produksi pertanian dan peternakan, pendidikan kesetaraan/keterampilan/teknologi dan informasi.

Ketiga, pilar pembangunan lingkungan, seperti pengelolaan air bersih/sanitasi sehat/limbah keluarga, program daur ulang limbah sampah dan bank sampah, penghijauan dan ruang terbuka hijau, program fasilitas desa ramah lingkungan dan tangguh bencana.

Hermanto menambahkan, ruang lingkup KKN UMD-SDGs berupa fasilitasi pengembangan baseline data/informasi (pofillling desa), fasilitasi kelembagaan dan kapasitas kelembagaan pemerintahan desa, perencaan dan implementasi program inovasi.

Implementasi program inovasi, antara lain mengatasi kemiskinan dan pemberdayaan ketahanan pangan/gizi/pertanian, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi, serta pemberdayaan ekonomi yang inklusif.

Dia menambahkan, latar belakang KKN tematik menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa juga tidak lepas dari bagian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Pemberdayaan ekonomi keluarga dan juga beberapa lokasi yang merupakan basis buruh migran. Mereka potensial juga digerakkan. Implementasi tema KKN UMD-SDGs disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa,” sebutnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...