Komunitas Pewayangan Indonesia Berharap Pilkada dan Pilpres Hasilkan Pemimpin Bersih dan Jujur

Editor: Irvan Syafari

286

JAKARTA — Ketua Umum Sekertariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI), Suparmin Sunjoyo mengatakan, situasi saat ini cenderung mengarah kepada disintegrasi bangsa, yang ditandai menurunnya sikap tenggang rasa dan munculnya sikap intoleransi. Gejalanya dapat dilihat dari menguatnya nilai-nilai primordialisme, fundamentalisme, dan radikalisme.

“Situasi ini dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Suparmin pada pernyataan sikap terkait Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (27/2/2018) sore.

Menurutnya, proses demokrasi serentak mengandung potensi disintegrasi bangsa. Karena itu harus waspada dan berupaya mengantisipasi dengan tindakan preventif.

Pencermati perkembangan sosial dan budaya bangsa Indonesia yang memprihatinkan, maka kata Suparmin, Komunitas Pewayangan Indonesia yang terdiri dari SENA WANGI, PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), APA (ASEAN Puppetry Association) Indonesia, UNIMA (Union Internationale de la Marionnette) Indonesia , dan PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia), menyatakan sikap.

Yakni, jelas dia, senantiasa menjunjung tinggi, menghormati, melaksanakan,dan mempertahankan Pancasila, UU Dasar 45 dan NKRI.

Adapun kedua, memelihara realitas sosial, politik, dan kebudayaan Indonesia atas eksistensi adanya keragaman suku, agama, ras dan golongan.

“Peran komunitas pewayangan sangat penting dalam bidang kebudayaan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang rukun, bermoral, dan berbudaya,” tegas Suparmin.

Maka, lanjut dia, melalui pagelaran wayang berupaya meningkatkan kesadaran sikap dan perilaku toleransi serta solidaritas. Pagelaran berupaya untuk menyampaikan pesan moral terbangunnya kesadaran untuk menjunjung nilai-nilai Pancasila.

“Dalam pilkada serentak ini, kami bersikap independen dan netral tidak memihak kelompok politik apapun. Saat pentas pun akan menyampaikan pesan yang menyejukkan,” tegasnya.

Namun demikian, kata dia, para anggota komunitas pewayangan berhak menggunakan hak politiknya dengan baik.

Komunitas Perwayangan Indonesia berharap hasil pemilihan 2018-2019 dapat menghasilkan pemimpin yang bersih dan jujur, sehingga  Indonesia yang diperjuangan oleh para tokoh bangsa akan terus bisa dipertahankan.

“Pemimpin itu harus seperti bumi, bulan, dan matahari. Bumi itu wataknya sentosa, maka pemimpin itu jangan suka meminta dan harus tanpa pamrih pada rakyat,” tukas seorang dalang wayang kulit, Ki Mantab Soedharmono.

Baca Juga
Lihat juga...