KPK Bantah Persulit Izin Berobat Fredrich Yunadi

Editor: Koko Triarko

178
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. -Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membantah pernyataan Fredrich Yunadi yang mengaku dipersulit ketika hendak berobat atau memeriksakan kondisi kesehatannya.

Kepada sejumlah wartawan, Fredrich Yunadi mengaku selama ini memang pernah menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya. Selama beberapa tahun terakhir, Fredrich Yunadi mengaku sudah 15 kali menjalani operasi pemasangan ring jantung.

Fredrich Yunadi juga pernah menjalani operasi pemasangan ring jantung di sejumlah rumah sakit yang ada di Jakarta, dan Rumah Sakit (RS) Medistra Jakarta merupakan salah satu rumah sakit yang pernah melakukan operasi pemasangan ring pada jantung Fredrich Yunadi.

Namun, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan bahwa pernyataan Fredrich Yunadi tersebut sama sekali tidak benar dan tidak berdasar. Kenyataannya, pihak KPK tidak pernah mempersulit dan selalu mengizinkan jika yang bersangkutan ingin berobat.

“KPK tidak pernah mempersulit siapa pun, baik tahanan atau tersangka yang ingin berobat”, tandas Febri Diasnyah, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Febri Diansyah menjelaskan, KPK tidak akan mempersulit izin berobat bagi tahanan maupun tersangka, asalkan sesuai dengan mekanisme atau prosedur. Misalnya, ada surat rujukan dari sebuah rumah sakit dan juga dilengkapi data atau catatan rekam medis.

Menurut versi KPK, catatan rekam medis terkait kondisi kesehatan Fredrich Yunadi baru diterima KPK pada 19 Februari 2018. Dalam catatan rekam medis tersebut, diketahui Fredrich Yunadi mulai menjalani operasi pemasangan ring jantung pada 2007 hingga 2015.

Baca Juga
Lihat juga...