KPK Periksa Mantan Pejabat BPPN sebagai Saksi Kasus BLBI

Editor: Koko Triarko

156
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Robertus Bilitia, mantan pejabat tinggi di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sebagai saksi untuk tersangka SAT (Syafrudfin Arsyad Temenggung) dalam kasus BLBI, Jumat (23/2/2018).

Penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya, yaitu Lukita Dinarsyah Tuwo. Kedua saksi tersebut diperiksa KPK untuk melengkapi berkas pemerksaan untuk tersangka SAT.

KPK telah menetapkan SAT sebagai tersangka karena yang bersangkutan telah menandatangani penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, hingga saat ini penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap 71 saksi untuk tersangka SAT. Dan, sejauh ini penyidik KPK baru menetapkan satu tersangka, SAT.

Tersangka SAT resmi ditahan KPK sejak 21 Desember 2017, setelah menyandang status sebagai tersangka. SAT diduga telah menerima sejumlah imbalan terkait penerbitan SKL kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.

Baca Juga
Lihat juga...