KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus e-KTP

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.432

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan dua orang tersangka baru yang diduga terlibat dalam kasus perkara proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“KPK malam ini menetapkan IHP dan MOM sebagai tersangka baru dalam kasus perkara dugaan Tipikor proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK),” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Menurut Agus Rahardjo, kedua tersangka sebenarnya sudah lama mengetahui terkait perencanaan, pembahasan hingga penganggaran proyek pengadaan e-KTP.

Meskipun berasal dari pihak swasta, namun keduanya diduga punya peran dan pengaruh yang cukup kuat dalam proyek pengadaan e-KTP.

Tersangka IHP dan MOM diduga berperan mengumpulkan uang atau aliran dana yang berasal dari proyek e-KTP dalam bentuk mata uang asing dengan jumlah jutaan Dolar Amerika Serikat.

“Tersangka IHP dan MOM diduga berperan sebagai pihak penyimpan sekaligus penyalur aliran dana yang diduga berasal dari proyek e-KTP, uang tersebut diduga sebagian besar mengalir ke Setya Novanto yang pada saat itu masih menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR RI periode 2009 hingga 2014,” pungkas Agus Rahardjo.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melaporkan bahwa nilai potensi kerugian negara akibat penyimpangan proyek e-KTP diperkirakan mencapai 2,3 trliun Rupiah. Sedangkan anggaran yang dipergunakan untuk membiayai proyek e-KTP diperkirakan mencapai 5,9 triliun Rupiah.

Baca Juga
Lihat juga...