Kunjungi Bendungan Katulampa, Anies Beri Bantuan Rp10 Miliar

Editor: Irvan Syafari

127
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

JAKARTA —- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan siang tadi mengunjungi kantor Wali Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut dia disambut langsung oleh Wali Kota Bima Arya serta staf Pemerintah Kota Bogor.

Anies dan Bima membahas masalah banjir yang menerjang Jakarta akibat air kiriman dari Bogor. Selain itu dia juga ingin melihat secara langsung kondisi penampungan air di Bendungan Katulampa, Bogor.

“Jadi kedatangan saya dan tim ke sini adalah untuk melihat langsung kondisi di Bendungan Katulampa,” kata Anies di Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/2/2018).

Anies pun teringat saat air di Bendungan Katulampa sudah mulai naik, dia tidak henti-hentinya melakukan koordinasi melalui ponselnya untuk memantau ketinggian air.

Dia mengapresiasikan kinerja Wali Kota Bogor dalam sepekan belakangan ini. Selain itu, Anies mengatakan bahwa baru kali ini Gubernur DKI Jakarta menyambangi Pemkot Bogor.

“Saya baru menyadari tadi pagi bahwa pertama kali Gubernur Jakarta datang ke sini (kantor Wali Kota Bogor). Saya katakan bahwa saya akan temui siapa saja, apapun yang bisa dikerjakan untuk mengamankan Jakarta dari banjir. Kita akan kerjakan dan koordinasikan yang seharusnya sudah rutin dilakukan,” paparnya.

Kemudian, Bima Arya menuturkan kedatangan Anies ini merupakan sejarah bagi Kota Bogor. Selama ini belum ada Gubernur DKI Jakarta yang datang ke Balai Kota Bogor. Selama ini, lanjut Arya, hanya Presiden Indonesia yang sudah berkunjung.

“Sepanjang 536 usia Kota Bogor, baru kali ini Gubernur DKI Jakarta datang ke sini. Pak Joko Widodo pun sudah pernah, Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sudah pernah ke sini. Tapi, ini pertama kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta,” tutur Bima.

Selanjutnya pertemuan tersebut menjabarkan hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mengendalikan banjir. Beberapa di antaranya mengenai normalisasi sungai lintas batas wilayah dan penataan bantaran Sungai Ciliwung. Menurut Bima masalah ini harus segera di selesaikan.

“Ini masalah bersama yang harus diselesaikan,” ujar Bima.

Tak hanya itu Bogor-Jakarta perlu merevitalisasi situ-situ dan pembangunan kolam retensi yang diperlukan untuk menampung debit air supaya tidak meluap ke Jakarta.

“Ini perlukan agar air bisa kami serap dan tidak mengalir ke Jakarta. Kita juga perlu membuat sumur resapan dan biopori di daerah aliran Sungai Cisadane dan Ciliwung,” jelasnya.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI juga akan bekerjasama dengan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) di Jabodetabek. Sebab, dalam menangani banjir tidak bisa hanya dengan wilayah Bogor saja. Anies sepakat memberikan bantuan sebesar Rp10 miliar untuk Pemkot Bogor.

“kalau ini enggak kita kelola dengan baik, warga tidak akan mendapatkan manfaat. Kami ingin ada kolaborasi untuk hajat hidup,” imbuhnya.

Sementara, sambung Bima, kerja sama dalam mengatasi banjir Jakarta sudah dilakukan sejak 2004, dengan beberapa bantuan sebesar Rp6 miliar dari DKI. Saat itu bantuan digunakan untuk membeli alat berat. Kemudian pada 2005, bantuan yang didapatkan sekitar Rp4,5 miliar dan digunakan untuk membangun sumur resapan.

“Untuk tahun 2016 dan 2017 tidak ada bantuan,” ungkapnya.

Bima menambahkan ,setelah diberi bantuan dari DKI ke Kota Bogor Rp10 miliar akan dibangun dan penataan kolam retensi di Tanah Baru, Bogor Utara.

“Saat ini lokasinya dipenuhi sampah yang 95 persen styrofoam, akan ditelusuri juga asalnya,” tutupnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...