Kuwait Kecam Seruan Evakuasi Pekerja Filipina

Ilustrasi Bendera Kuwait - Foto: Dokumentasi CDN

KUWAIT – Kuwait mengecam seruan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengevakuasi warganya yang menjadi pekerja di Kuwait. Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khalid al-Sabah menyebut, pernyataan Duterte dapat merusak hubungan kedua negara tersebut.

Sheikh Sabah menyebut, pihaknya sedang melakukan upaya pembicaraan tingkat tinggi dengan Filipina untuk membahas masalah para pekerja tersebut. “Kami terkejut dan kami mengecam pernyataan-pernyataan dari presiden Filipina, khususnya kami menjalin kontak dengan Filipina di tingkat tinggi untuk menjelaskan kondisi para pekerja di Kuwait,” kata Menlu Sheikh Sabah.

Dalam kesempatan jumpa pers bersama dengan Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson seusai pertemuan di Kuwait menyangkut koalisi global melawan IS, Sheikh Sabah mengatakan, eskalasi yang terjadi bukan bagian dari hubungan Kuwait dan Filipina.

Khusus mengenai para pekerja Filipina, Sheikh Sabah menyebut, 170.000 warga Filipina dalam kondisi hidup layak di Kuwait. “Tetapi kecelakaan-kecelakaan terpisah sayangnya terjadi, dan kami memberikan mitra-mitra Filipina hasil-hasil investigasi,” tandasnya lebih lanjut.

Filipina menangguhkan pengiriman pekerja ke Kuwait pada Januari setelah laporan-laporan bahwa perlakuan tak manusiawi oleh majikan telah mendorong beberapa orang bunuh diri. Duterte mengatakan pekan lalu bahwa pemerintahnya akan meminta maskapai swasta untuk mengevakuasi warga Filipina dari Kuwait dalam waktu 72 jam, setelah penemuan jasad seorang pekerja migran Filipina di sebuah alat pendingin.

Dua pesawat yang penuh pekerja tiba di Manila dari Kuwait pada Senin (12/2/2018) dengan penerbangan-penerbangan yang disediakan gratis oleh maskapai-maskapai komersil atas permintaan presiden. Pada Ahad, menteri tenaga kerja Filipina mengatakan lebih 2.200 warga Filipina siap menyambut tawaran Duterte.

Tak hanya membawa pulang warganya yang bekerja di Kuwait. Duterte juga sempat mengeluarkan pernyataan melarang warganya bepergian ke Kuwait. Hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi para buruh migran tersebut. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/02/2-200-pekerja-filipina-di-kuwait-ingin-kembali.html). (Ant)

Lihat juga...