Lengkapi Berkas ESA, KPK Periksa Mantan Pejabat Garuda

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

287
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Batara Silaban, mantan Vice President (VP) Aircraft Maintenance Management dipanggil penyidik sebagai saksi untuk tersangka ESA, mantan Dirut PT. Garuda Indonesia.

“Penyidik KPK memeriksa sejumlah saksi penting, salah satunya Batara Silaban, mantan penjabat tinggi PT. Garuda Indonesia, keterangan yang bersangkutan untuk melengkapi berkas pemeriksaan tersangka ESA,” jelasnya Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Sebelumnya yang bersangkutan juga pernah menjalani pemeriksaan dalam kasus yang sama. Keterangan Batara Silaban dibutuhkan karena posisi dan jabatannya di PT. Garuda Indonesia dipandang sangat penting dan stretegis.

Hingga saat ini KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, masing-masing ESA dan juga SS. Kedua tersangka tersebut diduga bekerjasama melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait pengadaan pembelian sejumlah mesin pesawat buatan perusahaan Rolls Royce asal Inggris.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini ESA maupun SS belum ditahan.

ESA diduga menerima sejumlah uang suap atau gratifikasi melalui perantaraan SS, seorang pengusaha yang juga rekan bisnis. Selama menjabat sebagai Direktur Utama sejak 2005 hingga 2014, ia diduga telah menerima uang suap sebesar Rp52 miliar.

Uang tersebut diberikan oleh pihak perusahaan Airbus melalui perantaraan SS, tujuannya agar PT. Garuda Indonesia bersedia membeli 50 unit pesawat penumpang komersial Airbus A330-300. Uang tersebut diduga telah diterima oleh ESA tak lama setelah dirinya menandatangani persetujuan nilai kontrak pembelian pesawat tersebut.

Selain menerima sejumlah uang suap atau gratifikasi, ESA diketahui juga mendapatkan sejumlah hadiah atau imbalan namun dalam bentuk lain yaitu beruapa aset seperti properti atau bangunan. Aset properti tersebut diduga tersebar di Jakarta Selatan dan Singapura.

Baca Juga
Lihat juga...