Lewat Usaha Warung Kelontong, Ekonomi Warsidah Kini Lebih Tertata

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.020

YOGYAKARTA — Sejumlah warga Trirenggo, Bantul, mulai memetik manfaat program Desa Mandiri Lestari dari Yayasan Damandiri, yang dijalankan di desanya. Salah satunya adalah Warsidah (40) warga penerima program bedah rumah dan pendirian warung.

Wanita paruh baya asal dusun Tanuditan, Trirenggo, Bantul, ini mengaku kondisi ekonomi keluarganya saat ini semakin tertata. Usaha warung kecil-kecilan skala rumahan miliknya secara perlahan mulai menampakkan hasil, berkat bantuan Yayasan Damandiri.

Melalui program Desa Mandiri Lestari, Warsidah yang merupakan warga kurang mampu, mendapatkan bantuan program bedah rumah senilai Rp20juta. Selain mendapatkan perbaikan, ia juga dibuatkan satu unit warung kelontong berikut seluruh isi dagangannya senilai Rp2,5 juta untuk memulai usaha.

“Sebelumnya saya hanya jualan makanan matang, seperti pecel, bakmi dan makanan jajan anak-anak seperti tempura. Sebelumnya tidak punya warung, hanya pakai meja saja. Kemudian saya mendapat bantuan Yayasan Damandiri, berupa perbaikan rumah dan pendirian warung ini,” katanya.

Oleh Yayasan Damandiri, bangunan rumah tak layak huni, berupa dapur milik Warsidah, diperbaiki dan diubah menjadi warung. Rak-rak ditempatkan, dan diisi aneke produk dagangan seperti sembako, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Semua modal dagangan ini dari Yayasan Damandiri. Diberikan dalam bentuk barang,” katanya.

Dengan wujud warung yang lebih baik dan tertata, ditambah ketersediaan aneka produk dagangan yang lebih lengkap, usaha warung kelontong Warsidah pun semakin laris. Apalagi letaknya berada di depan masjid kampung sehingga cukup ramai oleh aktifitas warga.

“Kalau dulu paling orang ke warung hanya untuk beli jajanan atau makanan saja. Tapi sekarang kan ada sembako dan macam-macam, jadi alhamdulillah lebih ramai,” katanya.

Lewat usaha itu, Warsidah mengaku bisa mendapatkan tambahan penghasilan puluhan ribu setiap harinya. Saat sedang ramai, ia bahkan bisa mengantongi pemasukan hingga mencapai lebih dari Rp100 ribu per hari.

“Untuk penghasilan, tidak pasti. Kalau pas ramai ya bisa dapat Rp100 ribu lebih. Paling banyak dari jualan tempura, karena disini banyak anak-anak. Ya lumayan bisa untuk menambah pemasukan keluarga, paling tidak setiap hari selalu ada pemasukan,” ujar Warsidah yang suaminya bekerja serabutan itu.

Baca Juga
Lihat juga...