Liburan Imlek, ASDP Bakauheni Operasikan 30 Kapal Roro

Editor: Koko Triarko

171

LAMPUNG — Jelang libur tahun baru Imlek yang akan jatuh pada  Jumat, 16 Februari 2018/ 2569 Imlek, PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyiagakan 30 kapal roll on roll off (Roro).

Anton Murdianto, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, mengatakan, persiapan jelang libur tahun baru Tionghoa tersebut dipersiapkan, karena bertepatan dengan libur panjang akhir pekan.

Persiapan dilakukan untuk melayani masyarakat yang akan berlibur dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya, dengan menyediakan armada kapal roro.

Anton Murdianto, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung [Foto: Henk Widi]
Menurut Anton, sebanyak 30 kapal roro siap dioperasikan, merupakan kapal kapal milik PT. ASDP dan perusahaan pelayaran swasta di lintasan Bakauheni-Merak. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan hari biasa, yang hanya 26 hingga 27 kapal dengan rata-rata 89-90 trip.

“Selain persiapan kapal, enam dermaga kami persiapkan dengan fasilitas kantong parkir yang luas, bisa memuat berbagai jenis kendaraan campuran yang akan menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa,” terang Anton Murdianto, Rabu (14/2/2018).

Selain fasilitas kapal dan dermaga, kata Anton, juga dipersiapkan fasilitas loket pembelian tiket kendaraan dan pejalan kaki. Sesuai pengalaman tahun sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang dengan kendaraan dan pejalan kaki hanya berkisar 30 persen, karena terutama tren penggunaan moda transportasi pesawat udara sudah menjadi pilihan.

Meski demikian, persiapan penambahan toll gate penjualan tiket kendaraan akan ditambah menyesuaikan kondisi. Jumlah loket pembelian tiket kendaraan semula berjumlah r 9 loket pada hari biasa, akan ditambah menjadi 13 loket. Sementara loket penjualan tiket pejalan kaki dari biasanya 5 loket ditambah menjadi 10 loket pejalan kaki.

“Pada saat arus liburan dari Jawa ke Sumatera, kendala biasanya pada armada kendaraan pengangkut ke beberapa kota di Lampung, pengguna bus dan travel,” beber Anton.

Anton juga menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Lampung Bengkulu, untuk mengantisipasi penumpang pejalan kaki dari Pulau Jawa yang akan menggunakan moda transportasi bus dan travel

Koordinasi juga akan dilakukan dengan organisasi angkutan darat (Organda) Lampung dalam penyediaan armada kendaraan di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni.

Prediksi arus balik liburan Imlek, disebutnya akan terjadi pada Minggu (18/2), dengan arus kendaraan dan penumpang dari Pulau Sumatera akan kembali ke Pulau Jawa.

Koordinasi dengan Polres Lampung Selatan juga akan dilakukan mengingat telah dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) segmen Bakauheni. Arus kendaraan dari jalan tol menuju ke pintu masuk diakuinya diantisipasi untuk menghindari antrean kendaraan.

“Titik perhatian kami ada pada pintu keluar jalan tol segmen satu yang langsung menuju ke pintu pembelian tiket kendaraan, yang kerap terjadi kemacetan,” terang Anton.

Selain kemacetan dengan kondisi pintu keluar jalan tol yang berada di turunan area seaport interdiction, insiden rem blong menjadi perhatian pihak PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Pihaknya bahkan sudah melakukan koordinasi dengan PT. Hutama Karya selaku pengelola JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar, mengantisipasi insiden kendaraan rem blong yang pernah terjadi pada bulan Januari lalu.

Selain di akses jalan keluar tol, di sepanjang pintu masuk Jalan Lintas Sumatera jalur pengaman untuk kendaraan rem blong juga disediakan. Jalur tersebut berada di dekat kantor kepolisian sektor kawasan pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Satlantas Polres Lampung Selatan juga sudah menyediakan penyekat, agar kendaraan tidak berhenti dan parkir di sepanjang jalur pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.