Maryanto, Menghibur Tamu Hotel dengan Gamelan

208

JAKARTA – Masuk ke sebuah hotel, terdengar sayup-sayup suara gamelan yang menghadirkan nuansa penuh ketenangan. Maryanto, seorang penabuh gamelan, tampak begitu tenang membunyikan gamelan. Ia menghibur tamu hotel dengan gamelannya.

“Sudah empat tahun saya di sini,“ kata Maryanto, penabuh gamelan, kepada Cendana News, di The Grove Suites, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Lelaki kelahiran Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah pada 1943 itu menerangkan lagu yang dimainkan dengan gamelannya. “Lagunya di batin saja, tembang-tembang macapat, seperti di antaranya, pangkur,“ terangnya.

Selain di The Grove Suites, Maryanto juga main gamelan di Hotel Kartika Candra, Hotel Sultan Senayan, dan juga mengajar tari di Gelanggang Bulungan.

“Di sini saya hanya main satu alat, yaitu gender saja, sedangkan di Hotel Kartika Candra dengan empat alat, jadi empat orang yang main gamelan. Ada pun di Hotel Sultan Senayan, seperangkat alat gamelan lengkapnya yang main 15 orang. Karena main di beberapa tempat, jadi mainnya di lain jam,“ ungkapnya.

Kakek lima cucu ini menyampaikan rasa syukurnya. “Sudah tua, tapi alhamdulillah masih ada yang mau menanggap saya,” katanya.

Banyak tamu hotel yang mengenalinya. “Ada tamu hotel yang memberi uang tips, alhamdulillah bisa untuk anak-cucu,“ tuturnya.

Dari kerjanya sebagai penabuh gamelan, Maryanto mampu menyekolahkan semua anaknya hingga sarjana, sedangkan ia sendiri sekolah hanya sampai kelas 5 SR (Sekolah Rakyat).

“Zaman dulu bisa sekolah SR sudah bangga,“ ungkapnya.

Pada 1966, Maryanto sudah merantau ke Jakarta. “Sewaktu Pak Harto baru naik jadi presiden, saya langsung ke Jakarta,“ kenangnya.

Prinsip hidup Maryanto yang menjadikan hidupnya tenang, ia tidak memikirkan yang berat-berat, dan menjalani hidup apa adanya. “Saya tidak mau mikir yang berat-berat, tapi jalani hidup mengalir saja apa adanya,“ ujarnya.

Maryanto bisa main gamelan tidak sekolah khusus gamelan, tapi otodidak belajar sendiri. “Satu keluarga bisa main gamelan, karena punya alat gamelan di rumah. Dapat gamelan dari Keraton Solo,“ tegasnya.

Maryanto juga menyampaikan, dirinya tidak punya cita-cita menjadi penabuh gamelan. “Tidak ada cita-cita, tapi yang penting kerja dapat uang untuk menafkahi anak-istri,“ tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.