hut

Mendagri: Kepala Daerah Terjerat Korupsi Karena Kurangnya Pengawasan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo mengaku prihatin masih adanya sejumlah oknum kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Dalam dua minggu terakhir, sedikitnya ada lima kepala daerah yang diberitakan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tjahjo Kumolo mengakui bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Kemendagri terhadap pejabat penyelenggara negara, khususnya kepala daerah selama ini dirasa memang masih kurang optimal.

Kemendagri sebenarnya telah membuat kebijakan atau regulasi untuk mencegah oknum kepala daerah supaya tidak melakukan korupsi, di antaranya seputar pembinaan dan juga pengawasan.

“Kemendagri sebenarnya sudah menyiapkan aturan dan juga payung hukum, di antaranya yang menyangkut tetang fungsi pengawasan dan pembinaan,” kata Tjahjo Kumolo di Gedung KPK Jakarta, Senin (22/2/2018).

Thahjo Kumolo juga menjelaskan bahwa Kemendagri juga tidak bisa secara terus menerus mengikuti kemanapun kepala daerah tersebut bepergian setiap harinya. Maka dari itu pihaknya bekerjasama salah satunya dengan pihak KPK.

Tjahjo Kumolo juga menjelaskan bahwa sebenarnya kegiatan pembekalan yang dilakukan oleh Kemendagri kepada pasangan kepala daerah terpilih hingga saat ini masih berjalan dengan baik.

“Kemendagri sebenarnya selalu memberikan pembekalan secara langsung kepada pasangan kepala daerah terpilih, jadi begitu ada pasangan kepala daerah terpilih, langsung kita adakan semacam pendidikan dan pelatihan atau diklat, salah satu tujuannya untuk pencegahan agar kepala daerah yang bersangkutan tidak terjerat kasus-kasus korupsi,” pungkas Tjahjo Kumolo.

Lihat juga...