Menko PMK Berharap Rakornas KKBPK Beri Kontribusi Berharga

124
Menko PMK: Puan Maharani. Dok: CDN
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

TERNATE – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, berharap agar Rakornas Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (13/2/2018), memberikan kontribusi berharga untuk pembangunan nasional, khususnya Kesehatan Keluarga.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya upaya Kepala BKKBN dan jajarannya yang telah menjadi mitra pemerintah selama ini, karena kesehatan merupakan hal yang sangat mendasar, sehingga penting dijaga, termasuk aparat pemerintahan dan petugas kesehatan,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (13/2/2018).

Dia mengatakan, Presiden Jokowi menekankan jangan sampai ada yang namanya gizi buruk. Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti sekarang ini.

Bahkan, investasi gizi menjadi bagian yang wajib dipertimbangkan dalam sebuah rumusan pembangunan. Gizi merupakan syarat utama untuk terpenuhinya kecukupan makanan dari sisi kualitas dan berdampak pada terjaganya kesehatan, hal ini merupakan hak asasi yang selayaknya didapatkan oleh seorang individu.

Sehingga, dengan gizi yang cukup, tumbuh kembang sejak janin hingga tahapan kehidupan selanjutnya terbukti menjadi lebih optimal dan dapat memperbaiki generasi selanjutnya serta secara tidak langsung akan meningkatkan manfaat ekonomi yang signifikan melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Putut Riyato, ketika dihubungi menyatakan, bonus demografi yang diprediksi akan dialami oleh Indonesia pada 2020 sampai 2030, saat membuka rapat terbatas di Istana Negara.

“Bonus demografi adalah jumlah usia angkatan kerja dengan usia 15-64 tahun mencapai 70 persen, sedangkan 30 persen penduduknya adalah berusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun. Artinya dalam kurun waktu 3-13 tahun ke depan Indonesia akan memiliki banyak sekali sumber daya manusia yang tengah pada puncak usia produktif dan khusus Provinsi Malut akan memenuhi capaian target tersebut,” ujarnya.

Apalagi, kondisi ini seperti dua sisi mata uang, dapat menjadi bonus bila dipersiapkan dengan baik, namun dapat menjadi bencana bila calon usia produktif memiliki daya tahan dan kemampuan yang rendah sejak awal kehidupannya. (Ant)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...