Nelayan Ternate Keluhkan Mahalnya Harga Umpan

372
Ilustrasi. Nelayan /Foto: Dok CDN.

TERNATE — Para nelayan di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) mengeluhkan mahalnya harga umpan untuk memancing ikan cakalang dan tuna, karena mengakibatkan semakin tingginya biaya operasional mereka.

“Harga ikan teri hidup untuk umpan memancing ikan cakalang dan tuna, yang dihasilkan nelayan bagang dulunya hanya Rp80.000 per ember kini mencapai Rp150.000 per ember,” kata salah seorang nelayan asal Kabupaten Halmahera Selatan, Caco Subur di Ternate, Rabu (14/2).

Para nelayan bagang di Halmahera Selatan menjual ikan teri hidup lebih mahal dari sebelumnya dengan alasan untuk menutupi biaya operasional yang semakin tinggi, selain itu juga karena harga kebutuhan pokok yang semakin mahal.

Menurut dia, dalam setiap kali melaut dibutuhkan umpan sedikitnya 40 ember, sehingga ketika harganya Rp80.000 per ember, hanya membutuhkan anggaran Rp3,2 juta, tetapi sekarang dengan harga Rp150.000 per ember untuk jumlah yang sama anggarannya mencapai Rp6 juta.

Dengan harga umpan sebanyak itu jelas sangat memberatkan biaya operasional, karena masih banyak komponen biaya lainnya yang harus dikeluarkan, seperti harga Bahan Bakar Minyak (BBM) solar, es balok dan bahan makanan yang keseluruhannya bisa mencapai Rp20 juta lebih.

Sementara hasil tangkapan ikan yang diperoleh dalam sekali melaut, kata Caco Subur, paling banyak dua ton, bahkan tidak jarang di bawah satu ton sehingga pendapatan yang diperoleh nelayan sangat terbatas, karena harga ikan saat ini cukup murah.

Ikan cakalang dan tuna ukuran kecil hanya Rp12.000 per kilogram, sedangkan ukuran besar Rp16.000 per kilogram, sehingga kalau hasil tangkapan ikan sebanyak dua ton maka hasil penjualannya sekitar Rp32 juta, yang setelah dikurangi biaya operasional hasil bersihnya paling banyak Rp8 jutaan yang harus dibagi untuk 15 orang ABK dan pemilik kapal.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menyikapi masalah tersebut, misalnya dengan mengeluarkan regulasi pembatasan harga jual umpan, karena bagang untuk menangkap umpan umumnya bantuan dari DKP.

Ikan cakalang dan tuna merupakan salah satu jenis ikan yang sangat potensial di Halmahera Selatan dan selama ini menjadi komoditas ekspor utama di daerah itu, untuk itu kegiatan penangkapan ikan cakalang dan tuna harus mendapat dukungan penuh dari DKP (Ant).

Baca Juga
Lihat juga...