hut

Panwaslu Sukabumi Imbau Warga Aktif Laporkan Pelanggaran

Ilustrasi - Dok CDN

SUKABUMI —Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengimbau warga untuk aktif melaporkan jika terjadi pelanggaran Pilkada Kota Sukabumi 2018.

“Kami sudah menyiapkan aplikasi laporan pelanggaran Pilkada ini untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian pelanggaran yang dilakukan baik relawan, tim sukses, maupun pasangan calon kepala daerah,” kata Ketua Panwaslu Kota Sukabumi M Aminudin, Minggu.

Menurutnya, laporan dari masyarakat terkait pelanggaran tersebut sangat penting karena jika melihat jumlah petugas panwas ditambah yang bertugas di setiap kecamatan tidak sebanding.

Selain itu, jika mengetahui atau melihat pelanggaran alangkah baiknya langsung dilaporkan kepada pihaknya bukannya disebar ke media sosial khawatir berdampak terjadi ketersinggungan.

Jika dilaporkan maka akan langsung ditindak lanjuti oleh petugas dan menyelidiki jenis pelanggarannya yang sanksinya sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

“Laporan dari masyarakat sangat penting untuk mengetahui sejauh mana tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon maupun timnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Aminudin mengatakan pihaknya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan tahapan pilkada ini apalagi suhu politik di Kota Sukabumi mulai memanas seiring semakin dekatnya waktu pemilihan calon Wali dan Wakil Wali Kota Sukabumi.

Bahkan, pihaknya juga tidak segan mempidanakan bagi siapapun yang kedapatan melakukan kampanye hitam dan menebar ujaran kebencian dan melakukan SARA.

Adapun empat bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang maju pada pilkada serentak 2018 ini yakni Dedi R Wijaya – Hikmat Nuristawan (Sogong) dengan jargon Dermawan.

Kemudian, Mulyono – Ima berjargon Mulia, selanjutnya Jona Arizona – Hanadie Zein berjargon Ijabah dan Achmad Fahmi – Andri Hamami dengan jargon Faham.[ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!