Paslon Cagub-Cawagub NTB Deklarasikan Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA.

Editor: Irvan Syafari

249

MATARAM — Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan deklarasi bersama tolak politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Deklarasi bersama tersebut dilaksanakan bersama di Jalan Udaya Kota Mataram, depan kantor Bawaslu NTB bersama Ketua Bawaslu, KPU, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selain melakukan deklarasi bersama tolak politik uang dan Politisasi SARA, para Paslon juga membubuhkan tandatangan pada spanduk besar, sebagai bentuk komitmen bersama.

“Politik uang sebagai kejahatan dalam pemilu, begitu juga dengan politisasi SARA harus ditolak dan dilawan. Pemilu sebagai solusi dalam mencari pemimpin, bukan harus menimbulkan masalah,” kata Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid dalam acara deklarasi bersama Paslon Tolak Politik uang dan Politisasi SARA di Mataram, Rabu (14/2/2018).

Karena itulah, sebagai pengawas Pemilu, Bawaslu, Panwaslu sampai pengawas tingkat kecamatan siap mengawal, pengawas pemilu harus menjadi pelopor menjadikan pelaksanaan pemilu yang berintegritas.

Paslon juga harus ikut menolak politisasi SARA dan politik uang. Perbedaan harus dibuat dalam bentuk keindahan, bukan ketegangan, melainkan sebagai sumber penguatan energi persatuan, tidak boleh menjadi bibit perpecahan.

“Standar integritas pengawas pemilu harus lebih tinggi dari KPU, karena tugasnya mengawasi, karena itu harus pengawas pemilu harus senantiasa menjaga dan menjunjung tinggi integritas tersebut,” tegas Khuwalid.

Dengan aparatur pengawas yang berintegritas tentu akan menghasilkan pemimpin yang berintegritas melalui proses demokrasi jujur tanpa ada sesuatu yang menciderainya.

Lebih manjut Khuwailid juga meminta masyarakat bisa mengambil peran aktif melakukan pengawasan bersama, sehingga peluang terjadinya pelanggaran Pemilu seperti politik uang dan politisasi SARA bisa dicegah.

“Mari bersama bergandengan tangan, penyelenggara pemilu, Paslon dan masyarakat untuk sama-sama memerangi dan menolak politik uang dan politisasi SARA, demi mewujudkan demokrasi berkeadilan dan berkualitas,” katanya.

Pantauan Cendana News, dari empat Paslon Cagub-Cawagub yang telah ditetapkan, hanya tiga yang hadir, sementara Palon nomor satu tidak tampak ikut melakukan deklarasi bersama.

Juru bicara Paslon Ahyar-Mori, Suaeb Qury mengatakan, kedatangan para Paslon di acara deklarasi bersama menolak politik uang dan politisasi SARA, sebagai bentuk komitmen menjalankan proses demokrasi yang bersih.

Karena itulah dirinya menyayangkan dengan ketidak hadiran Paslon nomor satu baik Cagub maupun Cawagub tidak ada perwakilan dikirim sebagai bentuk komitmen.

“Ketidak hadiran Paslon nomor satu atau perwakilan tentu sangat disayangkan dan komitmennya tentang penolakan politik uang dan politisasi SARA patut dipertanyakan,” ungkap Suaeb.

Baca Juga
Lihat juga...