PBNU Meminta Kekerasan Terhadap Pemuka Agama Dihentikan

156
Ilustrasi kekerasan bersenjata tajam - Dokumentasi CDN

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan agar aksi kekerasan terhadap tokoh dan pemuka agama dihentikan. Apapun motif yang ada di balik aksi tersebut, aksi kekerasan dinilai bukan sesuatu yang bisa dibenarkan.

“Peristiwa-peristiwa kekerasan itu menyiratkan ada kebencian atas dasar sentimen keagamaan. Sesuatu yang harus dihentikan, dikutuk, dan dijauhi,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Robikin mengatakan, kekerasan terhadap tokoh dan pemuka agama, apalagi didasari kebencian atas dasar sentimen keagamaan, berpotensi melahirkan saling curiga dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut pada gilirannya dapat menjadi gangguan keamanan negara secara serius. Momentum tahun politik 2018 dan 2019, diharapkannya dimanfaatkan untuk membuktikan Indonesia mampu melakukan sirkulasi kekuasaan dengan cara-cara beradab.

Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa M Nabil Haroen menyebut, kekerasan terhadap pemuka agama harus diputus. “Kemarin kiai yang dibacok, sekarang pastor yang diserang. Ini semacam rangkaian kekerasan yang harus diputus. Tidak sekadar mencari dan menemukan pelaku, tapi memutus jaringan kekerasan ini. Jangan sampai Indonesia dibuat keruh oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,” kata Nabil.

Ia mengajak warga Nahdliyyin, santri, warga lintas agama, serta Polri dan TNI untuk saling menjaga situasi agar tetap kondusif. “Kita jangan sampai kalah dengan kekerasan. Harus ada gerakan bersama untuk memutus mata rantai kekerasan ini,” kata Nabil.

Pagar Nusa sendiri sudah menginstruksikan jaringan pendekarnya untuk merapatkan barisan, konsolidasi dengan warga lintas agama serta simpul-simpulnya untuk saling bekerja sama. “Kami juga terus berkomunikasi intensif dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk bersama-sama menciptakan situasi kondusif,” kata Nabil.

Di 2018 dan 2019, yang dianggap sebagai tahun politik Nabil menyebut, konsolidasi dan silaturahim antarelemen warga harus ditingkatkan. Diharapkannya, jangan sampai situasi politik pada masa menjelang Pilkada, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden menjadi turbulensi yang dimanfaatkan kelompok yang tidak bertanggung jawab. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.