hut

Pemkab Kulon Progo Dapat Izin WPR Emas

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo - dok CDN

KULON PROGO — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapatkan izin wilayah penambangan rakyat emas di kawasan Gunung Kukusan, Kecamatan Kokap dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

“Izin wilayah penambangan rakyat (WPR) emas sudah turun,” kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Minggu.

Seperti diketahui, potensi mineral tambang logam berupa emas di wilayah Kecamatan Kokap, mencapai lebih dari 5.887 ton. Potensi ini banyak terdapat di Gunung Kukusan, Desa Hargorejo sampai sepanjang alur sungai di Dusun Kalibuko, dan di Desa Kalirejo yang meliputi Dusun Plampang, Sangon dan Sengir.

“Wilayah penambangan ada di Kokap di empat titik, masing-masing 25 hektare. Total WPR emas di Kokap 100 hektare,” katanya.

Untuk eksploitasi penambangan emas, lanjut Hasto, pemkab akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menambang bersama masyarakat setempat.

“Dengan menggunskan teknologi inovasi baru menambang emas tanpa memakai atau bebas merkuri,” kata dia.

Selain itu, kata Hasto, pemkab akan membentuk badan usaha unit desa (BUMDes) di Kecamatan Kokap yang akan mengurusi secara khusus penambangan rakyat emas.

“Penambangan akan kami arahkan dikerjakan BUMDes,” katanya.

Kepala Desa Kalirejo Lana mengatakan potensi tambang emas di wilayah Kalirejo berada di Pedukuhan Sangon 2, Plampang III dan satu blok lagi meliputi Plampang 1 dan 2, serta Sengir. “WPR yang diajukan luasannya sekitar 75 hektare,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo Rudiyatno mengatakan dirinya sangat bersyukur izin WPR emas sudah turun. Ia berharap izin tersebut akan mempermudah penambangan dan ke depan akan mensejahterakan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah. Semoga urusan selanjutnya diberikan kemudahan dan kelancaran serta segera dapat beroperasi,” harapnya.[ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!