Pemkab Pasaman Barat Targetkan Produksi Padi 6,2 Ton per Hektare

208
Ilustrasi areal persawahan /Foto: Dokumentasi CDN.

SIMPANG EMPAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menargetkan produksi padi 6,2 ton per hektare pada 2018 ini.

“Sebelumnya produksi padi kita 5,9 ton per hektare. Untuk tahun ini kita menargetkan 6,2 ton per hektare atau lebih. Tentu dibutuhkan kerja keras semua pihak,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Memizesmita di Simpang Empat, Minggu (25/2).

Ia mengatakan, produksi padi di Pasaman Barat terus mengalami peningkatan. Pada 2016 lalu luas tanam padi sekitar 26,521,80 hektare dengan panen 24.217,40 hektare. Dari lahan itu mampu berproduksi sekitar 121.217,02 ton.

“Tiga daerah yang berproduksi tertinggi adalah Kecamatan Lembah Melintang sekitar 26.816,87 ton, Kecamatan Talamau 24.666,21 ton dan Kecamatan Kinali 17.141,80 ton,” katanya.

Selanjutnya pada 2017 lalu luas tanam meningkat menjadi 32. 228,38 hektare, luas panen 27.852,40 hektare dengan produksi meningkat menjadi 139. 795,76 ton.

Tiga daerah produksi terbesar berada di Kecamatan Talamau 33.698,02 ton, Kecamatah Lembah Melintang 23.312, 65 ton dan Kecamatan Kinali 18.338, 14 ton.

“Tentu pada 2018 ini kita terus berupaya menambah lahan tanam dengan cetak sawah baru sehingga menambah produksi padi dalam rangka menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Pihaknya juga menggalakkan tanam dua kali setahun di sejumlah lokasi tanam sehingga panen dapat meningkat.

Terkait pembenahan pengairan, pihaknya juga telah membangun puluhan irigasi untuk memperlancar aliran air ke sawah masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas padi.

“Berbagai upaya terus kita lakukan termasuk berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Selain itu juga memberikan bantuan sarana prasarana alat pertanian, bibit unggul dan lainnya untuk mendukung peningkatan produksi dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya (Ant).

Baca Juga
Lihat juga...