Pemkot Kupang Siapkan Pasar Sehat

187
Tanaman organik, sumber pangan sehat., ilustrasi. -Dok: CDN

KUPANG – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, segera membangun pasar sehat, guna meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap konsumen dengan mengkonsumsi pangan organik, sehat dan berkualitas.

“Pembangunan pasar sehat itu dilaksanakan tahun 2018 ini. Pasar sehat itu dibangun di wilayah Kecamatan Oebobo,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kota Kupang, Yeri Padji Kana, kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/2/2018).

Ia menjelaskan, pembangunan pasar sehat menjadi dambaan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, guna memenuhi kebutuhan pangan warga ibu kota provinsi NTT yang bebas dari berbagai bahan kimia, seperti formalin, boraks yang dapat merugikan konsumen.

“Wali kota inginkan warga Kota Kupang mengkonsumsi pangan organik, sehingga pangan yang dikonsumsi benar-benar pangan sehat yang bebas dari zat kimia,” tegasnya.

Masyarakat Kota Kupang, kata dia, selama ini membeli berbagai pangan organik di berbagai swalayan Kota Kupang dengan harga yang mahal.

Ia mengatakan, prospek penjualan pangan organik di daerah ini sangat menjanjikan, karena kebutuhkan terus meningkat karena yang mengkonsumsi pangan organik tidak saja dari masyarakat kelas menengah ke atas, namun masyarakat umum juga mulai beralih pada komsumsi pangan organik seperti sayur-sayuran bebas zat kimia.

“Dengan dibangunNya pasar sehat, maka masyarakat Kota Kupang tidak lagi harus membeli sayur-sayuran organik yang dijual di swalayan, namun cukup datang ke pasar sehat dengan harga yang jauh lebih murah,” tegas Yeri.

Ia mengatakan, keberadaan pasar sehat dapat membantu masyarakat Kota Kupang dapat mendapatkan kebutuhan pangan organik dengan harga yang murah jika dibandingkan harga pangan organik yang dipasarkan di swalayan.

Menurut dia, pembangunan pasar sehat yang membutuhkan anggaran Rp800 juta itu bersumber dari dana alokasi khusus tahun anggaran 2018.

“Tahun ini Kota Kupang sudah bisa memiliki pasar sehat. Target kita pada akhir tahun 2018 pasar itu sudah menjadi tempat transaksi penjualan pangan organik pertama di Provinsi NTT,”tegasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.