Pemprov DKI dan Pemkot Tangerang Kerja Sama Penyediaan Air Minum

Editor: Satmoko

219

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerima kunjungan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar ke Balai Kota, Jakarta Pusat. Kedatangan Ahmed Zaki Iskandar dalam rangka penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Tangerang tentang penyediaan air minum untuk wilayah DKI Jakarta.

Menurut Anies, kerja sama ini merupakan perpanjangan kontrak kerja antara DKI Jakarta dengan Kabupaten Tangerang dengan durasi kontrak 20 tahun. Kerja sama ini dalam rangka menyediakan air bagi warga di wilayah Jakarta.

Selain itu, dia mengatakan, Tangerang sudah menyuplai air bersih ke daerah Jakarta. Menurutnya, wilayah Tangerang itu telah memberikan dampak yang signifikan dalam menyediakan air bersih di Jakarta.

“Ini perpanjangan 20 tahun yang akan datang. 20 tahun bagi kita panjang tapi bagi kota pendek. Kebutuhan air itu berkelanjutan kepada semua yang terlihat dalam implementasi hari ini,” ucap Anies usai melakukan MOU di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Pada kesempatan ini, lanjut Anies, bahwa dirinya adalah seorang abdi negara yang harus melayani semua warga Indonesia.

“Alhamdulilah pada hari ini kita sama-sama menghadiri sebuah momen penandatangan MOU. Saya menyadari seragam yang kita pakai sama dengan Pak Bupati,” ucapnya.

“Ini untuk mengirimkan pesan kepada semua bahwa kami ini adalah abdi untuk warga negara Indonesia dimana pun lokasi, kabupaten dan provinsi. Tidak boleh kami beda-bedakan,” sambungnya.

Sebagai pegawai negeri sipil dia harus melayani semua warga tanpa membeda-bedakan dari mana asal wilayah.

“Secara administratif pemerintah dibagi tapi bagi rakyat, tidak ada bedanya. Saya adalah orang Indonesia. Saya warga Indonesia dan saya perlu mendapatkan pelayanan yang sama,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menuturkan, telah berkomitmen untuk mencapai target pembangunan akses berkelanjutan bagi masyarakat terhadap pasokan air bersih dan air minum yang layak.

Lanjutnya, MoU tersebut sudah dituangkan ke dalam bentuk kerja sama. Menurut Zaki, permasalahan air bersih dan air minum bukan hanya terjadi di ibu kota tetapi di sejumlah daerah yang mengalami keterbatasan sumber daya air.

“Kami berharap akan berlanjut pada beberapa kerja sama lainnya yang bisa dilakukan antara pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Pemerintah DKI dalam rangka meningkatkan peran serta membangun kesejahteraan masyarakat,” tutur Zaki.

Pada kerja sama ini Pemerintah Kabupaten Tangerang menyerahkan ke Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (TKR) sebagai pelaksana. Nantinya PDAM TKR akan bekerja sama dengan PAM Jaya.

“Ini untuk menjawab kebutuhan air bersih kepada Pemprov DKI terutama DKI bagian selatan. Mudah-mudahan dengan kerja sama ini kebutuhan air bersih dan air minum masyarakat DKI bisa terpenuhi,” paparnya.

Kemudian, Anies menambahkan, suplai air bersih dari Kabupaten Tangerang sudah dilakukan sejak tahun 1993. Sekitar 16 persen warga Jakarta mendapat pasokan air bersih dan air minum dari Kabupaten Tangerang.

“Saya atas nama warga Jakarta mengucapkan terima kasih atas supply yang sudah dikirimkan dari Tangerang ke warga Jakarta,” jelasnya.

Kerja Sama kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang tentang penyediaan air minum untuk wilayah DKI Jakarta akan menjadi frame work baru. Selain itu, dia berharap kerja sama ini tidak hanya memikirkan tentang hari ini, tahun depan, melainkan bagaimana pengelolaan air untuk generasi ke depan terus berlanjut.

“Saya berharap kepada semua yang terlibat di dalam implementasj jangan hanya memikirkan tentang hari ini saja, melainkan memikirkan pengelolaan air untuk generasi ke depan,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.