Penari Ini Harapkan Pemerintah Pedulikan Kesenian Tradisional

Editor: Satmoko

317

JAKARTA – Kita tentu patut bangga masih ada anak muda yang suka tari tradisional.

Seperti di antaranya Indri dan Vini Alfionita, dua penari muda yang masih sering mempertunjukkan Tari Kembang Jakarta di berbagai event seperti Festival Danau Sunter.

“Kita berdua di sini menari Tari Kembang Jakarta, “ kata Indri, salah seorang penari, kepada Cendana News, seusai tampil di acara Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Indri menerangkan, “Sebenarnya tarian Tari Kembang Jakarta ini dilakukan oleh lima orang, tapi berhubung tiga teman kita berhalangan sehingga kita terpaksa tampil hanya berdua saja. Yang penting esensiya dapat dan niat kita untuk tetap mempertunjukkan tari tradisional Betawi di berbagai event,” imbuhnya penuh percaya diri.

Menurut Indri, mereka tinggal di Sunter, tapi berasal dari sanggar tari tradisional Sanggar Gaya Tari Nusantara, yang berada di Kompleks Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Tiap Minggu kita rutin latihan karena sewaktu-waktu kita diundang untuk mengisi acara Pak Gubernur, dan berbagai event lainnya, seperti Festival Sunter ini,“ ungkapnya tampak penuh semangat.

Indri berharap pemerintah mempedulikan kesenian tradisional Betawi, supaya lebih dimajukan agar berkembang.

“Kebanyakan anak-anak muda zaman now kan modern dance, tapi kita tetap menari tarian tradisional,“ bebernya.

Sebagai penari tarian tradisional, Indri mengaku ketertarikan dirinya menari sejak dari kecil.

“Saya memang sudah suka menari sejak dari kecil. Dulu saya menari tarian Jawa tapi karena kemudian pindah ke Jakarta, jadi saya sekarang menari tarian Betawi,“ paparnya.

Indonesia adalah negara yang kaya dengan seni budaya dan memiliki banyak tari tradisional dari berbagai dari Sabang sampai Merauke. Seperti di antaranya, Tari Pendet dari Bali, Tari Saman dari Aceh, dan tari-tari tradisional lainnya.

“Masih banyak tari tradisional kita yang terkenal di dunia internasional,“ tegasnya.

Indri prihatin karena dunia luar sudah melirik tari tradisional. Banyak orang asing yang sekarang mempelajari tari tradisional kita. Bahkan Indri sangat khawatir kalau nanti tari tradisional kita dikuasai orang asing dan kemudian mengaku-ngaku sebagai karyanya.

“Untuk itu, ia memohon pemerintah mempedulikan kesenian tradisional agar kita lebih semangat lagi menari tarian tradisional Betawi,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...