Peningkatan Status Keamanan Perbatasan Tergantung Ancaman

240
Ilustrasi prajurit TNI - Foto: Dok. CDN

KUPANG – Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan, peningkatan status pengamanan di wilayah perbatasan jelang Pilkada Serentak 2018 tergantung eskalasi ancaman.

“Peningkatan status keamanan jelang Pilkada Serentak kami melihatnya dari sisi eskalasi ancaman. Namun hingga saat ini situasi keamanan di wilayah perbatasan masih aman dan kondusif,” katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis.

Namun menurutnya, antisipasi-antisipasi pengamanan di wilayah perbatasan tetap dilakukan mengingat perbatasan merupakan pintu masuk bagi warga dari negara luar.

Selain itu koordinasi antara pihak Korem dengan satuan tugas pengamanan wilayah perbatasan baik itu di darat berbatasan dengan Timur Leste dan wilayah perairan juga tetap dilaksanakan.

“Pasukan perbatasan juga hingga saat ini masih melakukan tugas-tugas seperti biasa. Tetapi juga tetap mengantisipasi masuknya hal-hal yang dapat menggangu keamanan di NTT jelang atau pada saat Pilkada nanti,” ujar komandan berbintang satu itu.

Sementara itu, terkait jumlah personel TNI-AD yang disiapkan untuk pengamanan Pilkada NTT, ia mengatakan bahwa jumlah personel yang disiapkan oleh TNI-AD mencapai 3.200 personel untuk BKO pihak kepolisian jika dibutuhkan.

Komandan berbintang satu itu juga mengatakan bahwa secara keseluruhan 10 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada serta Pilgub NTT diberikan perhatian serius.

Pihaknya tidak ingin berspekulasi soal daerah mana yang rawan terjadinya konflik saat Pilkada nanti.

“Semua daerah bagi kami rawan. Oleh karena itu perhatian buat 10 kabupaten yang menggelar Pilkada Bupati-Wakil Bupati serta Pilgub 2018 menjadi penting bagi kami,” tambahnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...