Perajin Kapal di Tegal Kesulitan Cari Pinjaman Modal

Editor: Koko Triarko

TEGAL – Menjalani usaha bisnis pembuatan kapal, bagi Tarman, punya tantangan tersendiri. Pengalamannya sebagai nelayan sampai anak-anaknya sudah besar yang membuatnya bertekat untuk bisa meningkatkan pendapatan.

Harapan Pak Tarman, bisnis pembuatan kapal mendapat bantuan modal dari pemerintah untuk memudahkan dan melancarkan usahanya, sehingga semakin berhasil. “Mengerjakan kapal ini sudah empat bulan dari November 2017 sampai sekarang hampir jadi,“ kata Tarman, juragan pembuatan kapal dari Tegal, kepada Cendana News, Senin (5/2/2018).

Tarman menerangkan, bahwa kalau yang mengerjakan kapal itu dua orang bisa empat bulan, tapi kalau sendirian bisa setahun jadinya. “Harga borongannya Rp200 juta, “ terangnya.

Menurut Tarman, untuk membuat kapal sekitar 20 kibik, semua pakai kayu jati yang kuat dari air laut, beli kayunya di Cimohong, Brebes.

Tarman kerja di laut sejak kecil saat usia 11 tahun. “Mulai dari BK (Buruh Kapal), kemudian nelayan sampai bisnis pembuatan kapal sekarang ini,“ katanya.

Mulai usaha bisnis pembuatan kapal sekitar 15 tahun, saat anaknya sudah SMP, sehingga ia berpikir untuk mata pencaharian yang lebih baik. “Masa sudah punya anak tidak ada peningkatan usaha? Dari situ mulailah saya berpikir usaha bisnis pembuatan kapal,” beber kakek 10 cucu ini.

Tarman bersyukur, dari usaha bisnis pembuatan kapal mampu menyekolahkan enam anaknya yang sekarang semuanya sudah berumah tangga. “Rejeki seberapa pun kita syukuri, yang penting saya mampu menyekolahkan enam anak saya yang sekarang semuanya sudah berumah tangga,“ tuturnya.

Harapan Tarman, bisnis pembuatan kapal mendapat bantuan modal dari pemerintah untuk memudahkan dan melancarkan usahanya, sehingga semakin berhasil.

“Katanya pemerintah memberi bantuan pada nelayan sekian triliun, tapi ternyata tidak sampai ke sini, pinjam modal ke bank pemerintah, tapi dipersulit, harus ada agunan dan prosedurnya berbelit-belit, tanyanya macam-macam,“ urainya.

Tarman mengandalkan pinjaman dari teman yang baginya lebih mudah, meski bunganya tinggi. “Jadi, saya cari tambahan modal dari teman batasannya Rp50 juta, memang tidak ada agunan, tapi bunganya tinggi, tidak apa-apa, yang penting mudah, tidak berbelit-belit, tidak dipersulit,” tuturnya.

Lihat juga...