Permukiman dan Lahan Pertanian di Ketapang Terendam Banjir

Editor: Mahadeva WS

414

LAMPUNG — Hujan deras yang turun sejak Minggu (25/2/2018) hingga Senin (26/2/2018) pagi berimbas pada wilayah desa Ruguk dan Legundi kecamatan Ketapang. Pantauan Cendana News puluhan hektar lahan persawahan dengan tanaman padi berusia sekitar dua bulan terendam air.

Salah satu petani di Desa Ruguk, Rusdi (30) menyebut, air meluap dan memenuhi areal persawahan karena posisinya yang lebih tinggi. Akibat terendam banjir, Rusdi mengkhawatirkan tanaman padi miliknya. Tanaman bisa terhambat pertumbuhannya jika terendam banjir dalam waktu lama.

Dan jika hal tersebut terjadi, risiko yang dihadapi adalah penurunan produktifitas dan resiko terbesar adalah puso atau gagal panen. Sementara biasanya, genangan air dari luapan sungai Kelala di desa Ruguk baru akan surut dalam dua hingga tiga hari.

“Rendaman air bisa surut cepat kalau hari ini tidak hujan lagi sementara mendung dan hujan berpotensi masih terjadi di wilayah Ketapang sehingga kami masih tetap was was lahan sawah terendam dalam waktu lama,” ujar Rusdi.

Selain tanaman padi milik Rusdi, hektaran lahan pertanian yang berada di dusun Ruguk dengan tanaman cabai,tomat dan bawang merah kondisinya juga terendam banjir. Sebagian petani terpaksa membuat tanggul penangkis dengan karung diisi pasir dan tanah untuk mencegah air banjir merendam lahan pertanian sayuran tersebut.

Saiful,kepala desa Ruguk kecamatan Ketapang Lampung Selatan – Foto: Henk Widi

Kepala Desa Ruguk kecamatan Ketapang Saiful menyebut, selain lahan pertanian, banjir juga merendam rumah warga. Ketinggian air banjir mencapai 50 hingga 70 centimeter. Sebagian warga saat ini sudah membersihkan bagian dalam rumah dan membendung dengan karung berisi pasir untuk mencegah air masuk ke rumah.

Beberapa rumah warga yang berada di tepi Jalan Lintas Timur Lampung yang terendam banjir berjumlah sekitar delapan rumah. Delapan rumah tersebut milik Zainal, Abdul Murad, Hendri, Ahmad Yunis, Sabriani, Rahmat, Usairi dan Jamaludin.

“Penyebab utamanya hujan deras semalam dan saluran drainase yang tertutup sementara drainase berupa gorong gorong merupakan kewenangan provinsi untuk perbaikannya,” terang Saiful.

Saiful mengklaim sudah mengusulkan adanya perbaikan drainase ke Kepala Unit Tekhnis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang rayon wilayah Ketapang. Jika tidak segera dibenahi, setiap kali terjadi hujan deras maka permukiman dan lahan pertanian di daerah tersebut akan tergenang banjir.

Baca Juga
Lihat juga...